Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kabupaten Ngawi Jawa Timur semester 2025. Persentase penduduk miskin tahun ini tercatat 13,62 persen, turun sedikit 0,19 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin berkurang 1.570 jiwa menjadi total 114.900 jiwa, dengan penurunan pertumbuhan sebesar 1,35 persen. Jumlah penduduk total kabupaten ini tercatat 843.865 jiwa.
Dari catatan historis sejak 2004, persentase kemiskinan tertinggi Kabupaten Ngawi tercatat pada tahun 2006 sebesar 25,31 persen. Nilai terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Selama 21 tahun pencatatan, terjadi kenaikan paling besar pada tahun 2020 sebesar 7,30 persen, sedangkan penurunan paling besar terjadi pada tahun 2022 sebesar 9,12 persen. Saat ini Kabupaten Ngawi berada di peringkat 105 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
(Baca: PDRB ADHB Sektor Jasa Penunjang Keuangan di Banten | 2025)
Pada 3 tahun terakhir rata-rata persentase kemiskinan Kabupaten Ngawi berada di angka 13,98 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 14,31 persen. Peringkat nasional kabupaten ini bergeser membaik 22 posisi sejak tahun 2021, dari peringkat 127 pada tahun 2024 menjadi peringkat 105 pada tahun 2025. Dari seluruh kabupaten di Pulau Jawa, wilayah ini menempati urutan ke 9 untuk indikator persentase kemiskinan.
Kabupaten Bondowoso
Berada di peringkat 141 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 12,20 persen dengan penurunan 3,17 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 96.710 jiwa dari total 792.735 jiwa penduduk. Garis kemiskinan disini ditetapkan sebesar 526,33 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 35,87 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan penduduk wilayah ini naik 0,60 persen pada tahun berjalan.
Kabupaten Pacitan
Peringkat 124 nasional dengan persentase kemiskinan 12,97 persen, turun sedikit 0,84 persen pada tahun 2025. Tercatat 72.470 jiwa penduduk tergolong miskin dari total 558.627 jiwa penduduk yang tinggal di wilayah ini. Garis kemiskinan berada pada angka 386,17 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 38,22 juta rupiah per tahun. Penduduk wilayah ini mengalami penurunan sebesar 5,11 persen.
Kabupaten Pamekasan
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Samosir | 2005 - 2025)
Menempati urutan 130 nasional, persentase kemiskinan tercatat 12,77 persen dengan penurunan 4,77 persen menjadi penurunan terbesar diantara seluruh kabupaten pembanding. Jumlah penduduk miskin mencapai 118.520 jiwa dari total 927.956 jiwa penduduk. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 482,28 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 27,21 juta rupiah per tahun. Penduduk wilayah ini mencatat kenaikan 2,54 persen.
Kabupaten Probolinggo
Berada di peringkat 69 nasional, persentase kemiskinan tercatat 16,31 persen dengan penurunan 0,85 persen pada tahun 2025. Jumlah penduduk miskin mencapai 196.260 jiwa dari total 1.203.479 jiwa penduduk yang tinggal di wilayah ini. Garis kemiskinan berada pada angka 545,22 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 41,41 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan penduduk wilayah ini hanya naik 0,21 persen.
Kabupaten Sumenep
Menempati urutan 63 nasional, persentase kemiskinan tercatat 17,02 persen dengan penurunan 4,27 persen pada tahun berjalan. Jumlah penduduk miskin mencapai 188.480 jiwa dari total 1.107.295 jiwa penduduk. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 521,37 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 42,09 juta rupiah per tahun. Penduduk wilayah ini mengalami penurunan sebesar 3,12 persen.
Kabupaten Tuban
Berada di peringkat 96 nasional, persentase kemiskinan tercatat 14,13 persen dengan penurunan 1,60 persen pada tahun 2025. Jumlah penduduk miskin mencapai 168.860 jiwa dari total 1.195.238 jiwa penduduk yang tinggal di wilayah ini. Garis kemiskinan berada pada angka 504,82 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 75,15 juta rupiah per tahun. Penduduk wilayah ini mengalami penurunan sebesar 5,62 persen.