Angka Ketidakcukupan Konsumsi Pangan Penduduk Lamandau Turun 4,58% pada 2025

1
Irfan Fadhlurrahman 16/02/2026 08:35 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah mencapai 4,58% pada 2025.

Angka tersebut turun 0,48% dari tahun sebelumnya sebesar 5,06%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 0,94%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Lamandau lebih rendah dibanding rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Lamandau yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 4,58% dari total penduduk.

Dibanding 13 kabupaten/kota lain di Provinsi Kalimantan Tengah, PoU di Kabupaten Lamandau ada di urutan ke-2. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Gunung Mas (4,46%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Kapuas (15,41%).

Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Tengah pada 2025.

  1. Kabupaten Gunung Mas: 4,46%
  2. Kabupaten Lamandau: 4,58%
  3. Kabupaten Sukamara: 4,72%
  4. Kabupaten Murung Raya: 5,39%
  5. Kabupaten Seruyan: 5,72%
  6. Kota Palangkaraya: 6,44%
  7. Kabupaten Kota Waringin Barat: 6,84%
  8. Kabupaten Barito Timur: 7,17%
  9. Kabupaten Kota Waringin Timur: 7,47%
  10. Kabupaten Katingan: 7,88%

(Baca: Persentase Penduduk Miskin di 38 Provinsi Indonesia pada September 2025)

Data Populer

Loading...