Angka Ketidakcukupan Konsumsi Pangan Penduduk Keerom Naik 39,89% pada 2025
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Keerom, Papua sebesar 39,89% pada 2025.
Angka tersebut naik 2,06% dari tahun sebelumnya sebesar 37,83%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 11,44%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Keerom lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.
Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kabupaten Keerom yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 39,89% dari total penduduk.
Dibanding 8 kabupaten/kota lain di Provinsi Papua, PoU di Kabupaten Keerom ada di urutan ke-8. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Jayapura (12,49%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Mamberamo Raya (59,17%).
Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Papua pada 2025.
- Kota Jayapura: 12,49%
- Kabupaten Jayapura: 23,38%
- Kabupaten Kepulauan Yapen: 30,31%
- Kabupaten Waropen: 33,62%
- Kabupaten Supiori: 34,01%
- Kabupaten Biak Numfor: 34,26%
- Kabupaten Sarmi: 35,73%
- Kabupaten Keerom: 39,89%
- Kabupaten Mamberamo Raya: 59,17%
(Baca: Kenaikan Harga 5 Komoditas Pangan Global Maret 2026, Gula Tertinggi)