Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan tahun 2024 untuk Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Persentase kemiskinan sedikit turun menjadi 5,75 persen dari 6,25 persen tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan -8 persen. Jumlah penduduk miskin sedikit turun menjadi 13.930 orang dari 15.020 orang, sementara jumlah penduduk sedikit naik menjadi 237.049 jiwa dari 234.642 jiwa. Rank se-Indonesia untuk persentase kemiskinan berada di urutan ke-410, dan di Kalimantan urutan ke-21.
(Baca: Persentase Penduduk Miskin di Perdesaan Periode 2013-2025)
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir (2022-2024) Kabupaten Hulu Sungai Utara adalah 6,16 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) adalah 6,05 persen, menunjukkan sedikit penurunan. Persentase kemiskinan tertinggi terjadi di tahun 2006 sebesar 13,38 persen, dan terendah di tahun 2024 sebesar 5,75 persen. Pertumbuhan kemiskinan tertinggi terjadi di 2005 sebesar 11,31 persen, dan terendah di 2007 turun 16,59 persen. Rank se-Indonesia cenderung meningkat dari urutan ke-300 di 2004 menjadi ke-410 di 2024, dengan beberapa pergeseran naik turun di antaranya.
Perbandingan dengan kabkota tetangga di Kalimantan Selatan menunjukkan persentase kemiskinan Kabupaten Hulu Sungai Utara (5,75 persen) berada di antara Kabupaten Hulu Sungai Tengah (5,81 persen) dan Kabupaten Tabalong (5,64 persen). Jumlah penduduk miskinnya (13.930 orang) sedikit lebih rendah dari Hulu Sungai Tengah (16.030 orang) dan Tabalong (14.970 orang), tapi lebih tinggi dari Kabupaten Balangan (6.680 orang).
Kota Banjarmasin
Rank se-Indonesia persentase kemiskinan berada di urutan ke-455, lebih baik dari Kabupaten Hulu Sungai Utara. Persentase kemiskinan sebesar 4,58 persen, dengan jumlah penduduk miskin 33.380 orang. Jumlah penduduk mencapai 679.637 jiwa, jauh lebih besar dari Hulu Sungai Utara. Garis kemiskinan sebesar 743,87 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 4,98 persen tahun lalu. Pendapatan perkapita masyarakat sebesar 68,29 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan 8,23 persen, menunjukkan kondisi ekonomi yang lebih stabil.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Asahan Periode 2004 - 2024)
Kabupaten Hulu Sungai Tengah
Rank se-Indonesia persentase kemiskinan berada di urutan ke-407, sedikit lebih baik dari Kabupaten Hulu Sungai Utara. Persentase kemiskinan sebesar 5,81 persen, dengan jumlah penduduk miskin 16.030 orang, sedikit lebih banyak dari Hulu Sungai Utara. Jumlah penduduk mencapai 269.599 jiwa, lebih besar dari Hulu Sungai Utara. Garis kemiskinan sebesar 513,95 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 8,05 persen tahun lalu. Pendapatan perkapita masyarakat sebesar 34,85 juta rupiah per tahun, yang merupakan yang terendah di antara kabkota yang dibandingkan.
Kabupaten Tabalong
Rank se-Indonesia persentase kemiskinan berada di urutan ke-419, sedikit lebih buruk dari Kabupaten Hulu Sungai Utara. Persentase kemiskinan sebesar 5,64 persen, dengan jumlah penduduk miskin 14.970 orang, sedikit lebih banyak dari Hulu Sungai Utara. Jumlah penduduk mencapai 264.694 jiwa, lebih besar dari Hulu Sungai Utara. Garis kemiskinan sebesar 637,13 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 3,45 persen tahun lalu. Pendapatan perkapita masyarakat sebesar 122,31 juta rupiah per tahun, jauh lebih tinggi dari Hulu Sungai Tengah.
Kabupaten Balangan
Rank se-Indonesia persentase kemiskinan berada di urutan ke-446, lebih baik dari Kabupaten Hulu Sungai Utara. Persentase kemiskinan sebesar 4,87 persen, dengan jumlah penduduk miskin 6.680 orang, jauh lebih sedikit dari Hulu Sungai Utara. Jumlah penduduk mencapai 137.603 jiwa, lebih kecil dari Hulu Sungai Utara. Garis kemiskinan sebesar 528,10 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 3,93 persen tahun lalu. Pendapatan perkapita masyarakat sebesar 157,58 juta rupiah per tahun, yang merupakan yang tertinggi di antara kabkota yang dibandingkan.