Angka Ketidakcukupan Konsumsi Pangan Penduduk Indragiri Hulu Turun 11,22% pada 2024
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau mencapai 11,22% pada 2024.
Angka tersebut turun 1,09% dari tahun sebelumnya sebesar 12,31%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 3,15%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 8,27% pada 2024. Berarti, PoU di Kabupaten Indragiri Hulu lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional.
Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kabupaten Indragiri Hulu yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 11,22% dari total penduduk.
Dibandingkan dengan 11 kabupaten/kota lain di Provinsi Riau, PoU di Kabupaten Indragiri Hulu ada di urutan ke-8. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Rokan Hulu (9,27%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Indragiri Hilir (13,23%).
Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Riau pada 2024.
- Kabupaten Rokan Hulu: 9,27%
- Kabupaten Bengkalis: 9,92%
- Kota Pekanbaru: 10,08%
- Kabupaten Pelalawan: 10,38%
- Kabupaten Rokan Hilir: 10,47%
- Kabupaten Kampar: 10,75%
- Kabupaten Siak: 10,75%
- Kabupaten Indragiri Hulu: 11,22%
- Kota Dumai: 11,31%
- Kabupaten Kuantan Singingi: 11,47%
(Baca: Jumlah Penduduk Indonesia 286 Juta Orang pada Semester I 2025, Mayoritas di Jawa)