Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Bolaang Mongondow Selatan Turun 0,62% Setahun Terakhir
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara mencapai 5,84% pada 2025.
Angka tersebut turun 0,62% dari tahun sebelumnya sebesar 6,46%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 0,07%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional.
Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 5,84% dari total penduduk.
Dibandingkan dengan 14 kabupaten/kota lain di Provinsi Sulawesi Utara, PoU di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan ada di urutan ke-6. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Manado (3,88%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Kepulauan Sangihe (10,0%).
Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Sulawesi Utara pada 2025.
- Kota Manado: 3,88%
- Kabupaten Minahasa: 4,08%
- Kota Tomohon: 4,15%
- Kota Bitung: 4,2%
- Kota Kotamobagu: 4,74%
- Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan: 5,84%
- Kabupaten Boloang Mongondow: 6,11%
- Kabupaten Minahasa Selatan: 6,11%
- Kabupaten Minahasa Utara: 6,19%
- Kabupaten Bolaang Mongondow Timur: 6,58%
(Baca: 10 Negara dengan Pembangunan Reaktor Nuklir Berkapasitas Tinggi 2024)