Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung turun sedikit menjadi 5,78 persen pada tahun 2024. Jumlah penduduk miskin juga turun sedikit menjadi 14.990 orang, sementara jumlah penduduk keseluruhan naik menjadi 245.936 jiwa. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun 1,7 persen, sedangkan pertumbuhan penduduk naik 1,55 persen.
(Baca: Statistik Penduduk Beragama Katolik di Kota Tidore Kepulauan 2015-2024)
Data historis kemiskinan periode 2004-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi pada tahun 2006 sebesar 15,96 persen dan terendah pada tahun 2024 sebesar 5,78 persen. Pertumbuhan kemiskinan terendah pada tahun 2008 (-25,02 persen) dan tertinggi pada tahun 2006 (14,49 persen). Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir (2022-2024) sebesar 5,89 persen, jadi tahun 2024 sedikit lebih rendah. Rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 6,25 persen, jadi tahun 2024 jauh lebih rendah. Rank seindonesia pada 2024 adalah 408, turun dari posisi 412 pada tahun 2023.
Dibandingkan kabupaten/kota tetangga di Sumatera Barat, persentase kemiskinan Sawahlunto/Sijunjung (5,78 persen) lebih tinggi dari Kabupaten Dharmasraya, Kota Padang Panjang, dan Kota Payakumbuh, tapi lebih rendah dari Kabupaten Padang Pariaman, Pasaman, dan Solok Selatan. Jumlah penduduk miskinnya lebih banyak dari tiga kabkota tersebut tapi lebih sedikit dari tiga lainnya.
Kabupaten Dharmasraya
Persentase kemiskinan sebesar 5,32 persen, dengan jumlah penduduk miskin 15.250 orang dan total penduduk 240.159 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp70,46 juta per tahun, sedangkan garis kemiskinan di wilayah ini adalah Rp622,19 ribu per kapita per bulan. Rank seindonesia untuk persentase kemiskinan adalah 428, yang lebih baik dibandingkan Sawahlunto/Sijunjung. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin turun 1,55 persen, sementara total penduduk naik 2,41 persen, menunjukkan upaya penurunan kemiskinan yang berjalan dengan baik dan sejalan dengan pertumbuhan penduduk.
Kota Padang Panjang
Persentase kemiskinan sebesar 5,31 persen, dengan jumlah penduduk miskin 3.060 orang dan total penduduk 63.386 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp96,01 juta per tahun, sedangkan garis kemiskinan adalah Rp634,30 ribu per kapita per bulan. Rank seindonesia untuk persentase kemiskinan adalah 506, yang merupakan posisi yang jauh lebih baik dibandingkan banyak kabupaten lain di Indonesia. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin naik 2,34 persen, sementara total penduduk naik 2,97 persen, meskipun jumlah miskinnya tetap kecil karena ukuran wilayah yang relatif kecil dan pendapatan per kapita yang tinggi.
Kabupaten Padang Pariaman
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Wajo Menurut Sektor pada 2024)
Persentase kemiskinan sebesar 6,27 persen, dengan jumlah penduduk miskin 26.760 orang dan total penduduk 457.532 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp70,06 juta per tahun, sedangkan garis kemiskinan adalah Rp580,39 ribu per kapita per bulan. Rank seindonesia untuk persentase kemiskinan adalah 264, yang lebih buruk dibandingkan Sawahlunto/Sijunjung. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin turun 0,63 persen, sementara total penduduk naik 1,44 persen, menunjukkan bahwa penurunan kemiskinan berjalan lambat meskipun jumlah penduduk terus bertambah, sehingga perlu upaya lebih intensif untuk menekan angka kemiskinan.
Kabupaten Pasaman
Persentase kemiskinan sebesar 6,74 persen, dengan jumlah penduduk miskin 20.010 orang dan total penduduk 312.363 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp45,89 juta per tahun, sedangkan garis kemiskinan adalah Rp515,61 ribu per kapita per bulan. Rank seindonesia untuk persentase kemiskinan adalah 334, yang lebih buruk dibandingkan Sawahlunto/Sijunjung. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin naik 0,1 persen, sementara total penduduk naik 1,87 persen, menunjukkan bahwa upaya penurunan kemiskinan masih perlu diperkuat agar tidak tertinggal dari pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Kota Payakumbuh
Persentase kemiskinan sebesar 5,19 persen, dengan jumlah penduduk miskin 7.620 orang dan total penduduk 147.963 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp77,05 juta per tahun, sedangkan garis kemiskinan adalah Rp648,23 ribu per kapita per bulan. Rank seindonesia untuk persentase kemiskinan adalah 475, yang merupakan posisi yang cukup baik dibandingkan banyak kabupaten lain di Indonesia. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin turun 3,3 persen, sementara total penduduk naik 2,24 persen, menunjukkan upaya penurunan kemiskinan yang efektif di wilayah ini, dengan penurunan jumlah miskin yang signifikan meskipun penduduk terus bertambah.
Kabupaten Solok Selatan
Persentase kemiskinan sebesar 6,56 persen, dengan jumlah penduduk miskin 12.330 orang dan total penduduk 181.869 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp46,69 juta per tahun, sedangkan garis kemiskinan adalah Rp551,34 ribu per kapita per bulan. Rank seindonesia untuk persentase kemiskinan adalah 418, yang lebih buruk dibandingkan Sawahlunto/Sijunjung. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin naik 3,53 persen, sementara total penduduk turun 0,71 persen, menunjukkan bahwa peningkatan jumlah penduduk miskin terjadi meskipun total penduduk berkurang, yang menjadi perhatian utama untuk wilayah ini agar bisa menghentikan tren peningkatan tersebut dan menurunkan angka kemiskinan.