Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Seram Bagian Timur Naik 0,29% Setahun Terakhir

1
Irfan Fadhlurrahman 22/04/2026 13:31 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku mencapai 33,63% pada 2025.

Angka tersebut naik 0,29% dari tahun sebelumnya sebesar 33,34%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 4,68%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Seram Bagian Timur lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Seram Bagian Timur yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 33,63% dari total penduduk.

Dibanding 10 kabupaten/kota lain di Provinsi Maluku, PoU di Kabupaten Seram Bagian Timur ada di urutan ke-9. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Ambon (24,78%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Buru Selatan (36,17%).

Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Maluku pada 2025.

  1. Kota Ambon: 24,78%
  2. Kabupaten Maluku Tengah: 30,26%
  3. Kota Tual: 30,73%
  4. Kabupaten Maluku Barat Daya: 30,73%
  5. Kabupaten Maluku Tenggara: 30,99%
  6. Kabupaten Buru: 32,36%
  7. Kabupaten Seram Bagian Barat: 32,94%
  8. Kabupaten Kepulauan Aru: 33,31%
  9. Kabupaten Seram Bagian Timur: 33,63%
  10. Kabupaten Kepulauan Tanimbar: 35,76%

(Baca: Beda Jumlah Penduduk Miskin Indonesia Versi Bank Dunia dan BPS)

Data Populer

Loading...