Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Sukamara pada tahun 2024 sebesar 4,14%. Angka ini sedikit naik dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 3,96%. Kenaikan ini setara dengan 7,01%, dengan jumlah penduduk miskin mencapai 2.900 jiwa dari total 66.118 jiwa.
Secara historis, persentase kemiskinan di Sukamara fluktuatif. Terendah terjadi pada tahun 2019 sebesar 3,16%, sementara tertinggi pada tahun 2006 yaitu 11,28%. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 7,53%, dan penurunan terbesar pada tahun 2007 turun 20,21%. Tahun 2024, Sukamara berada di urutan ke-474 secara nasional dalam persentase kemiskinan.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Aceh Barat Periode 2004 - 2024)
Jika dibandingkan dengan rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024), persentase kemiskinan Sukamara saat ini (4,14%) sedikit lebih tinggi dari rata-rata 3,94%. Sementara, dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) sebesar 3,74%, angka saat ini juga mengalami kenaikan.
Dibandingkan dengan kabupaten lain di Kalimantan Tengah, Sukamara memiliki persentase kemiskinan yang berdekatan dengan Kabupaten Kota Waringin Barat (4,11%) dan Kabupaten Pulang Pisau (4,56%). Kabupaten Lamandau memiliki persentase kemiskinan lebih rendah (3,25%), sementara Kabupaten Barito Selatan (4,83%) dan Kabupaten Kapuas (5,25%) lebih tinggi. Kota Palangkaraya memiliki persentase kemiskinan 3,52%.
Kabupaten Barito Selatan
Kabupaten ini memiliki persentase kemiskinan 4,83%, menempati urutan ke-448 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin mencapai 6.870 jiwa dari total populasi 136.856 jiwa. Garis kemiskinan di Barito Selatan adalah Rp542.075 per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 5,77%. Pendapatan per kapita masyarakatnya tercatat sebesar Rp65,48 juta per tahun, mengalami pertumbuhan 3,99%. Pertumbuhan penduduk miskin naik 3,15%.
Kabupaten Kapuas
Kabupaten Kapuas memiliki persentase kemiskinan 5,25%, berada di peringkat ke-433 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 19.470 jiwa dari total populasi 416.300 jiwa. Garis kemiskinan di Kapuas adalah Rp508.022 per kapita per bulan, tumbuh 4,54%. Pendapatan per kapita masyarakat Kapuas adalah Rp58,51 juta per tahun, dengan pertumbuhan 3,76%. Penduduk miskin naik 1,46%.
(Baca: 4,28% Penduduk di Kota Singkawang Masuk Kategori Miskin)
Kabupaten Kota Waringin Barat
Persentase penduduk miskin di Kabupaten Kota Waringin Barat adalah 4,11%, menduduki peringkat ke-475 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin mencapai 13.430 jiwa dari total 288.850 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah Rp536.747 per kapita per bulan, naik 4,44%. Pendapatan per kapita tercatat Rp110,40 juta per tahun, tumbuh 8,17%. Terjadi penurunan kecil pertumbuhan penduduk miskin yaitu -0,07%.
Kabupaten Lamandau
Kabupaten Lamandau memiliki persentase kemiskinan 3,25%, berada di urutan ke-499 se-Indonesia. Jumlah penduduk miskin sebanyak 2.790 jiwa dari total populasi 112.441 jiwa. Garis kemiskinan di Lamandau adalah Rp673.768 per kapita per bulan, tumbuh 6,15%. Pendapatan per kapita di kabupaten ini mencapai Rp79,72 juta per tahun, dengan pertumbuhan 8,25%. Pertumbuhan penduduk miskin lebih tinggi dengan angka 6,08%.
Kota Palangkaraya
Ibu kota Kalimantan Tengah ini memiliki persentase kemiskinan 3,52%, menempati urutan ke-494 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin mencapai 10.700 jiwa dari total populasi 310.182 jiwa. Garis kemiskinan di Palangkaraya adalah Rp555.618 per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 4,79%. Pendapatan per kapita mencapai Rp84,60 juta per tahun, tumbuh 7,02%. Pertumbuhan penduduk miskinnya 3,78%.
Kabupaten Pulang Pisau
Kabupaten Pulang Pisau memiliki persentase kemiskinan 4,56%, menempati urutan ke-457 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 5.910 jiwa dari total populasi 142.925 jiwa. Garis kemiskinan di Pulang Pisau adalah Rp542.349 per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 6,96%. Pendapatan per kapita masyarakat Pulang Pisau tercatat Rp54,91 juta per tahun, tumbuh 8,46%. Pertumbuhan penduduk miskin sedikit turun 0,17%.