Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Bogor Turun 1,38% Setahun Terakhir

1
Irfan Fadhlurrahman 09/08/2026 13:26 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat mencapai 4,3% pada 2025.

Angka tersebut turun 1,38% dari tahun sebelumnya sebesar 5,68%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 0,24%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Bogor lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Bogor yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 4,3% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 26 kabupaten/kota lain di Provinsi Jawa Barat, PoU di Kabupaten Bogor ada di urutan ke-6. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Bekasi (3,64%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kota Cimahi (6,45%).

Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Jawa Barat pada 2025.

  1. Kabupaten Bekasi: 3,64%
  2. Kabupaten Purwakarta: 4,07%
  3. Kabupaten Garut: 4,2%
  4. Kota Tasikmalaya: 4,24%
  5. Kota Banjar: 4,24%
  6. Kabupaten Bogor: 4,3%
  7. Kabupaten Sukabumi: 4,3%
  8. Kabupaten Pangandaran: 4,51%
  9. Kabupaten Kuningan: 4,52%
  10. Kabupaten Karawang: 4,68%

(Baca: Garis Kemiskinan di 38 Provinsi Indonesia pada Maret 2026, Papua Pegunungan Teratas)

Data Pasar

Macro update by
09 August 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Jul) 2,88% -0.46
Inflasi mom (Jul) -0,14% -0.58
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Mar) 8,07% -0.18
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 17.916 +0.01
PDB ADHK (Q1) 3.447,70 -0.77
Neraca perdagangan (Jun) -450,50 -72.02
Ekspor Migas (Jun) 1,07 +40.52
Impor Migas (Jun) 4,56 +0.96
Ekspor (Jun) 25,46 +9.72
Impor (Jun) 25,91 +4.41
Kunjungan Wisman (Mei) 1,38 +10.69
NTP (Jul) 116,16 +1.32

Data Populer

Loading...