Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase kemiskinan di Kota Banda Aceh pada tahun 2024 adalah 6,95%. Angka ini sedikit turun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 7,04%. Dari total 262.962 jiwa penduduk, sebanyak 19.970 jiwa berada dalam kategori miskin.
Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah penduduk miskin meningkat tipis sebanyak 30 jiwa. Pertumbuhan persentase kemiskinan menunjukkan penurunan sebesar 1,28%. Secara nasional, Kota Banda Aceh berada di peringkat 350 untuk persentase kemiskinan dan peringkat 335 untuk jumlah penduduk miskin.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Karang Asem Periode 2004 - 2024)
Secara historis, persentase kemiskinan tertinggi di Kota Banda Aceh terjadi pada tahun 2008, yaitu 9,56%. Angka terendah tercatat pada tahun 2020, yaitu 6,9%. Pertumbuhan tertinggi angka kemiskinan terjadi pada tahun 2008, yaitu 44,63%. Pertumbuhan terendah terjadi pada tahun 2007, yaitu -19,88%. Rata-rata persentase kemiskinan dalam tiga tahun terakhir (2022-2024) adalah 7,04%, sedangkan rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) adalah 7,12%.
Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Aceh yang memiliki persentase kemiskinan berdekatan, Kota Banda Aceh memiliki kondisi yang relatif lebih baik. Kota Langsa memiliki persentase kemiskinan 10,33%, Kota Lhokseumawe 10,44%, dan Kabupaten Aceh Tenggara 11,99%.
Kota Langsa
Kota Langsa berada di peringkat 230 secara nasional dalam hal persentase kemiskinan, dengan angka 10,33%. Jumlah penduduk miskin mencapai 19.370 jiwa dari total penduduk 182.616 jiwa. Garis kemiskinan di Kota Langsa adalah Rp546.363 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp37,01 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk mengalami penurunan sebesar 2,32%.
(Baca: Harga Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga di Kota Kupang Bulan Desember Turun 0,04%)
Kota Lhokseumawe
Kota Lhokseumawe mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 10,44% dan menduduki peringkat 227 secara nasional. Jumlah penduduk miskin tercatat 22.770 jiwa. Pendapatan per kapita di kota ini adalah Rp59,12 juta per tahun. Garis kemiskinan di Lhokseumawe tercatat sebesar Rp522.671 per kapita per bulan. Kota ini mengalami pertumbuhan penduduk sebesar 1,75%.
Kabupaten Aceh Tenggara
Kabupaten Aceh Tenggara memiliki persentase kemiskinan tertinggi di antara tiga wilayah ini, yaitu 11,99%, menempatkannya pada peringkat 169 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 27.280 jiwa, dari total 233.627 jiwa penduduk. Pendapatan per kapita masyarakatnya sebesar Rp28,74 juta per tahun. Garis kemiskinan di kabupaten ini sebesar Rp496.074 per kapita per bulan. Aceh Tenggara mengalami pertumbuhan penduduk sebesar 1,86%.