Waspada! Sore Ini Gunung Semeru Kembali Erupsi (Jumat, 27 Februari 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Gunung Semeru di Jawa Timur kembali erupsi pada Jumat (27/2/2026) pukul 16.33 WIB. Dalam sepekan terakhir, Gunung Semeru sudah erupsi 23 kali.
Berdasarkan informasi letusan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, tinggi kolom abu teramati sekitar None meter di atas puncak (None meter di atas permukaan laut).
Visual letusan tidak teramati. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 17 milimeter dan durasi 80 detik.
(Baca: Banjir, Bencana Alam yang Banyak Melanda Indonesia per September 2025)
Menurut laporan aktivitas gunung api MAGMA Indonesia, tingkat aktivitas Gunung Semeru di Level III (Siaga). Pengamatan kegempaan pada 27 Februari 2026 pukul 06.00-12.00 WIB menunjukkan terjadi 25 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 10-22 milimeter dan lama gempa 64-160 detik.
Kemudian, 1 kali gempa guguran dengan amplitudo 7 mm dan lama gempa 46 detik serta 3 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 30-35 milimeter s-p 13-14 detik dan lama gempa 42-83 detik.
PVMBG menghimbau tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Selama tahun 2026, MAGMA Indonesia telah merekam 786 letusan/erupsi gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur paling banyak erupsi dengan 407 kali letusan.
(Baca: Ada 2 Ribu Bencana Alam di Indonesia pada 2024, Banjir Mendominasi)