Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester Kabupaten Wonosobo tahun 2025. Persentase penduduk miskin tercatat 13,34 persen, turun 12,7 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin berkurang 15.200 jiwa menjadi 106.290 jiwa pada periode laporan.
(Baca: 10 Provinsi dengan Harga Daging Ayam Paling Mahal (Jumat, 14 Agustus 2026))
Sepanjang periode 2004 hingga 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi 34,43 persen pada tahun 2006. Tahun 2025 menjadi catatan persentase kemiskinan terendah sepanjang catatan historis yang tercatat. Saat ini wilayah ini berada pada peringkat 114 dari total 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Selama 3 tahun terakhir, rata-rata persentase kemiskinan berada di angka 14,73 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 15,61 persen. Pertumbuhan penurunan kemiskinan tahun 2025 merupakan penurunan terbesar sepanjang catatan data sejak tahun 2004. Peringkat nasional wilayah ini bergeser 18 posisi selama kurun waktu 5 tahun terakhir.
Berikut adalah catatan data kabupaten dengan tingkat persentase kemiskinan berdekatan di Provinsi Jawa Tengah:
Kabupaten Banjarnegara
Berada di peringkat 117 nasional untuk persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 13,28 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 124.660 jiwa, mengalami penurunan 9,46 persen dibanding periode sebelumnya. Garis kemiskinan wilayah ini berada di angka 424,32 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita sebesar 29,37 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Brebes
(Baca: Garis Kemiskinan Makanan dan Nonmakanan Papua Barat Maret 2026: Naik Jadi Rp.831 Ribu per Kapita/Bulan)
Peringkat 94 nasional dengan persentase kemiskinan 14,15 persen, menjadi wilayah dengan angka kemiskinan tertinggi pada kelompok perbandingan ini. Tercatat 257.290 jiwa penduduk tergolong miskin, dengan penurunan persentase kemiskinan sebesar 9,29 persen tahun lalu. Garis kemiskinan mencapai 563,76 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita tercatat 31,77 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Kebumen
Menempati peringkat 106 nasional dengan persentase kemiskinan 13,58 persen. Wilayah ini mencatatkan penurunan persentase kemiskinan terbesar pada kelompok perbandingan yaitu sebesar 13,56 persen. Garis kemiskinan tercatat 502,84 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 28,99 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Pemalang
Berada di peringkat 115 nasional untuk indikator persentase kemiskinan dengan nilai tercatat 13,32 persen. Terdapat 173.380 jiwa penduduk miskin di wilayah ini, dengan penurunan persentase kemiskinan sebesar 10,72 persen pada periode laporan terakhir. Garis kemiskinan tercatat 530,25 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita mencapai 24,05 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Rembang
Menempati peringkat 122 nasional, merupakan wilayah dengan persentase kemiskinan terendah pada kelompok perbandingan yaitu 13,01 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 85.320 jiwa, mengalami penurunan 7,2 persen dibanding tahun sebelumnya. Garis kemiskinan wilayah ini mencapai 550,27 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita sebesar 41,35 juta rupiah per tahun.