Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Karang Asem Capai 7,15% pada 2025
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Karang Asem, Bali sebesar 7,15% pada 2025.
Angka tersebut turun 0,42% dari tahun sebelumnya sebesar 7,57%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 0,44%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Karang Asem lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional.
Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kabupaten Karang Asem yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 7,15% dari total penduduk.
Dibandingkan dengan 8 kabupaten/kota lain di Provinsi Bali, PoU di Kabupaten Karang Asem ada di urutan terakhir. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Gianyar (1,16%).
Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Bali pada 2025.
- Kabupaten Gianyar: 1,16%
- Kabupaten Badung: 1,27%
- Kota Denpasar: 1,71%
- Kabupaten Tabanan: 2,83%
- Kabupaten Klungkung: 3,54%
- Kabupaten Bangli: 4,34%
- Kabupaten Jembrana: 6,05%
- Kabupaten Buleleng: 6,98%
- Kabupaten Karang Asem: 7,15%
(Baca: Jumlah Penduduk Indonesia 286 Juta Orang pada Semester I 2025, Mayoritas di Jawa)