Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kepahiang Turun 4,17% Setahun Terakhir

1
Irfan Fadhlurrahman 21/07/2026 13:26 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu mencapai 9,53% pada 2025.

Angka tersebut turun 4,17% dari tahun sebelumnya sebesar 13,7%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 1,46%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Kepahiang lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Kepahiang yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 9,53% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 9 kabupaten/kota lain di Provinsi Bengkulu, PoU di Kabupaten Kepahiang ada di urutan ke-5. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Bengkulu (6,06%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Rejang Lebong (11,61%).

Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Bengkulu pada 2025.

  1. Kota Bengkulu: 6,06%
  2. Kabupaten Mukomuko: 6,75%
  3. Kabupaten Bengkulu Selatan: 8,33%
  4. Kabupaten Bengkulu Tengah: 9,17%
  5. Kabupaten Kepahiang: 9,53%
  6. Kabupaten Kaur: 9,62%
  7. Kabupaten Seluma: 10,37%
  8. Kabupaten Bengkulu Utara: 10,39%
  9. Kabupaten Lebong: 10,79%
  10. Kabupaten Rejang Lebong: 11,61%

(Baca: Jakarta Pusat, Kota Paling Padat Penduduk di Jakarta pada 2026)

Data Pasar

Macro update by
21 July 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Jun) 3,34% +0.26
Inflasi mom (Jun) 0,44% +0.16
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Des) 7,50% -0.75
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 18.059 +0.08
PDB ADHK (Q1) 3.447,70 -0.77
Ekspor Migas (Mei) 758,10 -34.38
Neraca perdagangan (Mei) -1,61 -1,907.18
Impor Migas (Mei) 4,51 -1.82
Ekspor (Mei) 23,20 -8.30
Impor (Mei) 24,81 -1.59
Kunjungan Wisman (Mei) 1,38 +10.69
NTP (Jun) 114,65 +0.76

Data Populer

Loading...