Angka Ketidakcukupan Konsumsi Pangan Penduduk Kota Banda Aceh Naik 6,69% pada 2024
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kota Banda Aceh, Aceh mencapai 6,69% pada 2024.
Angka tersebut naik 1,22% dari tahun sebelumnya sebesar 5,47%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 2,94%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 8,27% pada 2024. Berarti, PoU di Kota Banda Aceh lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional.
Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat. Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kota Banda Aceh yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 6,69% dari total penduduk.
Dibandingkan dengan 22 kabupaten/kota lain di Provinsi Aceh, PoU di Kota Banda Aceh ada di urutan pertama. Wilayah dengan PoU tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Aceh Utara (10,94%).
Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Aceh pada 2024.
- Kota Banda Aceh: 6,69%
- Kabupaten Nagan Raya: 6,91%
- Kabupaten Bener Meriah: 7,31%
- Kabupaten Aceh Singkil: 7,41%
- Kota Sabang: 7,81%
- Kota Lhokseumawe: 7,86%
- Kabupaten Gayo Lues: 7,97%
- Kota Subulussalam: 8,02%
- Kabupaten Aceh Besar: 8,13%
- Kabupaten Aceh Barat: 8,41%
(Baca: Pembangunan IKN Telan Anggaran Rp43,3 Triliun pada 2024)