Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Nabire Capai 20,19% pada 2025

1
Irfan Fadhlurrahman 15/05/2026 13:16 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Nabire , Papua Tengah mencapai 20,19% pada 2025.

Angka tersebut turun 4,74% dari tahun sebelumnya sebesar 24,93%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 1,54%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Nabire lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendefinisikan PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Nabire yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 20,19% dari total penduduk.

Dibanding 7 kabupaten/kota lain di Provinsi Papua Tengah, PoU di Kabupaten Nabire ada di urutan pertama. Wilayah dengan PoU tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Deiyai (48,28%).

Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Papua Tengah pada 2025.

  1. Kabupaten Nabire: 20,19%
  2. Kabupaten Mimika: 20,85%
  3. Kabupaten Puncak Jaya: 25,1%
  4. Kabupaten Intan Jaya: 31,02%
  5. Kabupaten Paniai: 39,89%
  6. Kabupaten Dogiyai: 46,4%
  7. Kabupaten Puncak: 48,22%
  8. Kabupaten Deiyai: 48,28%

(Baca: Ini Wilayah Aceh dengan Angka Kemiskinan Tertinggi Maret 2025)

Data Stories Terkini
Databoks Premium
Databoks Premium

Data Populer

Loading...