Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan sebesar 5,64 persen pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan penurunan turun 2,25 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 14.970 jiwa dari total 264.694 jiwa penduduk.
Dibandingkan dengan rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024) sebesar 5,76 persen, angka kemiskinan saat ini sedikit lebih rendah. Namun, jika dibandingkan dengan rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) sebesar 5,80 persen, terlihat penurunan yang lebih signifikan. Persentase kemiskinan terendah dalam periode 2004-2024 terjadi pada tahun 2024 (5,64 persen), sedangkan tertinggi pada tahun 2006 (13,04 persen). Pertumbuhan kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 (23,37 persen) dan terendah pada tahun 2008 (-27,73 persen). Secara nasional, Kabupaten Tabalong berada di urutan ke-419 dalam persentase kemiskinan.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Mojokerto Periode 2004 - 2024)
Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Kalimantan Selatan yang memiliki persentase kemiskinan berdekatan, Kabupaten Tabalong menunjukkan posisi yang cukup baik. Kabupaten Hulu Sungai Utara memiliki persentase kemiskinan 5,75 persen, sedikit lebih tinggi, sementara Kota Banjarmasin memiliki persentase 4,58 persen.
Kota Banjarmasin
Kota Banjarmasin menduduki peringkat ke-455 secara nasional dengan persentase kemiskinan sebesar 4,58 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 33.380 jiwa dari total 679.637 jiwa. Garis kemiskinan di kota ini tercatat Rp 743.872,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 68,29 juta per tahun. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin menunjukkan penurunan turun 0,27 persen, mengindikasikan efektivitas program pengentasan kemiskinan di wilayah ini.
Kabupaten Hulu Sungai Tengah
Dengan persentase kemiskinan 5,81 persen, Hulu Sungai Tengah menempati urutan ke-407 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 16.030 jiwa. Kabupaten ini memiliki garis kemiskinan sebesar Rp 513.950,00 per kapita per bulan, yang menunjukkan peningkatan sebesar 8,05 persen. Pendapatan per kapita mencapai Rp 34,85 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk miskin di Hulu Sungai Tengah menunjukkan kenaikan tipis sebesar 0,12 persen.
Kabupaten Hulu Sungai Utara
Kabupaten Hulu Sungai Utara mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 5,75 persen dan menduduki peringkat 410 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 13.930 jiwa. Garis kemiskinan di kabupaten ini adalah Rp 597.894,00 per kapita per bulan. Sementara pendapatan per kapita hanya Rp 27,89 juta per tahun. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin mengalami penurunan yang signifikan, yaitu turun 7,26 persen.
(Baca: Data 2024: PDRB ADHB per Kapita Kabupaten Tanah Bumbu Rp.104,3 Juta)
Kabupaten Kota Baru
Persentase kemiskinan di Kabupaten Kota Baru adalah 4,45 persen, menempatkannya pada urutan ke-463 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin tercatat 15.980 jiwa. Garis kemiskinan di Kota Baru adalah Rp 592.230,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita di wilayah ini mencapai Rp 108,02 juta per tahun. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin mengalami kenaikan sebesar 4,31 persen.
Kabupaten Balangan
Kabupaten Balangan memiliki persentase kemiskinan 4,87 persen dan menduduki peringkat ke-446 secara nasional. Jumlah penduduk miskinnya adalah 6.680 jiwa. Garis kemiskinan di Balangan tercatat sebesar Rp 528.104,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita tertinggi di antara kabupaten pembanding, yaitu Rp 157,58 juta per tahun. Penurunan jumlah penduduk miskin turun 5,52 persen.