KLHK Temukan 439 Hotspot di Indonesia, Terbanyak di Kalimantan Barat (Senin, 20 April 2026)

1
Irfan Fadhlurrahman 20/04/2026 11:35 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Jumlah Hotspot Terbanyak di Indonesia 24 Jam Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 439 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini berkurang 52 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Senin (20/4/2026) pukul 11.35 WIB. Dari 439 titik panas terdeteksi, 14 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 399 titik skala sedang, dan 26 titik skala rendah.

Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

(Baca: Akibat Karhutla, ISPA Kalimantan Selatan Capai 189 Ribu Kasus per September 2023)

Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Kalimantan Barat sebanyak 101 titik. Maluku Utara menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 64 titik. Sulawesi Tenggara berada di posisi ketiga sebanyak 49 titik panas.

Sebanyak 38 titik panas terdeteksi di Sulawesi Tengah, Maluku menyusul dengan 30 titik panas, serta Sumatera Selatan dan Jawa Tengah masing-masing memiliki 22 dan 18 titik panas terdeteksi.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.

(Baca: Titik Panas Karhutla di Sumsel Bertambah pada Pertengahan Oktober 2023)

Data Populer

Loading...