Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Kaur tahun 2024 sebesar 17,12 persen, turun sedikit dari 17,83 persen tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin di kabupaten ini turun sedikit 700 orang menjadi 21.750 orang, sementara jumlah penduduk naik sedikit 2.356 orang menjadi 135.182 orang. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun 3,98 persen, dengan peringkat se-Indonesia urutan 73 dan peringkat di Pulau Sumatera urutan 13.
(Baca: Persentase Pengangguran 2024 di Kabupaten Manokwari Selatan 2,54%)
Dari data historis 2004-2024, persentase kemiskinan Kabupaten Kaur rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024) sebesar 17,68 persen, lebih rendah dibanding rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) sebesar 18,03 persen. Persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2005 sebesar 39,15 persen, sedangkan terendah pada tahun 2024. Pertumbuhan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2005 sebesar 3,71 persen, dan terendah pada tahun 2008 turun 31,88 persen. Peringkat se-Indonesia bergeser dari urutan 14 pada 2005 hingga urutan 94 pada 2010, dan stabil di urutan 73 sejak tahun 2022.
Dibandingkan kabupaten/kota tetangga di Provinsi Bengkulu, persentase kemiskinan Kabupaten Kaur (17,12 persen) sedikit lebih tinggi dari Kabupaten Bengkulu Selatan (17,1 persen), sedikit lebih rendah dari Kabupaten Seluma (17,23 persen), dan lebih tinggi dari Kota Bengkulu (13,76 persen) serta Kabupaten Rejang Lebong (14,65 persen). Peringkat se-Indonesia Kaur berada di urutan 73, yang lebih tinggi dari Kota Bengkulu (130) dan Rejang Lebong (104), namun lebih rendah dari Seluma (72) dan Bengkulu Selatan (75).
Kabupaten Bengkulu Selatan
Peringkat se-Indonesia urutan 75, persentase kemiskinan sebesar 17,1 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 31.800 orang, dengan jumlah penduduk keseluruhan 176.459 orang. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar Rp492,63 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp45,38 juta per tahun. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun sedikit 2,34 persen, yang lebih tinggi dari pertumbuhan Kabupaten Kaur (-3,98 persen), menunjukkan penurunan kemiskinan yang lebih kecil dibanding Kaur.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Manokwari Periode 2004 - 2024)
Kota Bengkulu
Peringkat se-Indonesia urutan 130, persentase kemiskinan sebesar 13,76 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 52.960 orang, dengan jumlah penduduk keseluruhan 394.192 orang. Garis kemiskinan di kota ini sebesar Rp820,35 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp83,43 juta per tahun. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun sedikit 6,46 persen, yang lebih rendah dari pertumbuhan Kabupaten Kaur, artinya penurunan kemiskinan di Kota Bengkulu lebih besar dibanding Kaur.
Kabupaten Rejang Lebong
Peringkat se-Indonesia urutan 104, persentase kemiskinan sebesar 14,65 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 41.160 orang, dengan jumlah penduduk keseluruhan 287.248 orang. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar Rp595,13 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp45,24 juta per tahun. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun sedikit 0,95 persen, jauh lebih tinggi dari pertumbuhan Kabupaten Kaur, menunjukkan penurunan kemiskinan yang sangat kecil dibanding Kaur.
Kabupaten Seluma
Peringkat se-Indonesia urutan 72, persentase kemiskinan sebesar 17,23 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 35.080 orang, dengan jumlah penduduk keseluruhan 215.354 orang. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar Rp502,74 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp29,17 juta per tahun. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun sedikit 4,28 persen, sedikit lebih rendah dari pertumbuhan Kabupaten Kaur, artinya penurunan kemiskinan di Seluma lebih besar dibanding Kaur.