Kementerian LHK Temukan 100 Hotspot di Indonesia, Terbanyak di Sulawesi Tenggara (Minggu, 30 Maret 2025)


Nama Data | Nilai |
---|---|
Sulawesi Tenggara | 16 |
Sulawesi Tengah | 14 |
Maluku Utara | 11 |
Jawa Tengah | 10 |
Gorontalo | 9 |
Sulawesi Barat | 7 |
Riau | 5 |
Aceh | 4 |
Jawa Timur | 4 |
Papua Barat | 4 |
- A Font Kecil
- A Font Sedang
- A Font Besar
Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 100 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini berkurang 170 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Minggu (30/3/2025) pukul 11.14 WIB. Dari 100 titik panas terdeteksi, 1 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi dan 99 titik skala sedang.
Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.
(Baca: Indonesia Punya Gunung Berapi Aktif Terbanyak di Dunia)
Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Sulawesi Tenggara sebanyak 16 titik. Sulawesi Tengah menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 14 titik. Maluku Utara berada di posisi ketiga sebanyak 11 titik panas.
Sebanyak 10 titik panas terdeteksi di Jawa Tengah, Gorontalo menyusul dengan 9 titik panas, serta Sulawesi Barat dan Riau masing-masing memiliki 7 dan 5 titik panas terdeteksi.
Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.
Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.
(Baca: Negara dengan Gunung Berapi Aktif Terbanyak di Dunia, Indonesia Pertama)