Gunung Marapi Kembali Erupsi Pagi Ini (Rabu, 14 Januari 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali erupsi pada Rabu (14/1/2026) pukul 09.36 WIB. Dalam sepekan terakhir, Gunung Marapi sudah erupsi 2 kali.
Berdasarkan informasi letusan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, tinggi kolom abu teramati mencapai 1.600 meter di atas puncak (4.491 meter di atas permukaan laut).
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Erupsi Gunung Marapi masih berlangsung saat laporan ini dibuat.
(Baca: Survei Kurious: Banyak Orang Merasa Kualitas Udara Indonesia Buruk)
Menurut laporan aktivitas gunung api MAGMA Indonesia, tingkat aktivitas Gunung Marapi di Level II (Waspada). Pengamatan kegempaan pada 14 Januari 2026 pukul 00.00-23.59 WIB menunjukkan terjadi 1 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 30,3 milimeter dan lama gempa 35 detik.
Kemudian, 2 kali tremor non-harmonik dengan amplitudo 0,7-1,7 milimeter dan lama gempa 111-338 detik serta 1 kali gempa low frequency dengan amplitudo 0,5 milimeter dan lama gempa 15 detik.
PVMBG menghimbau masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 kilometer dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek) Gunung Marapi.
Selama tahun 2026, MAGMA Indonesia telah merekam 201 letusan/erupsi gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur paling banyak erupsi (113 kali letusan) sedangkan Gunung Marapi erupsi 5 kali.
(Baca: Bukan Jakarta, Inilah Daerah dengan Kualitas Udara Terburuk di Indonesia (Rabu, 7 Juni 2023))