Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat untuk Provinsi Sulawesi Tenggara, jumlah desa yang sebagian besar keluarganya menggunakan kayu bakar memasak pada akhir tahun 2025 tercatat sebesar 237 keluarga. Data historis menunjukkan tren penurunan konsisten terjadi sepanjang 6 periode tahun tercatat, tanpa ada satu periode pun yang mengalami kenaikan nilai. Sepanjang rentang data 2014 hingga 2025, nilai ini mengalami penurunan total sebesar 84,6 persen, dengan rata-rata penurunan tahunan mencapai 26,79 persen.
(Baca: PDRB ADHK Sektor Transportasi dan Pergudangan di Papua Barat | 2025)
Pada tahun 2025 terjadi penurunan sebesar 28,18 persen dibandingkan tahun sebelumnya, angka ini lebih buruk dibanding rata-rata penurunan 3 tahun terakhir yang tercatat 15,87 persen, juga lebih buruk dibanding rata-rata penurunan 5 tahun terakhir sebesar 16,69 persen. Nilai terendah sepanjang sejarah data terjadi pada tahun 2025, sementara nilai tertinggi tercatat pada tahun 2014 dengan jumlah 1539 keluarga. Posisi ranking Sulawesi Tenggara di wilayah Pulau Sulawesi tetap berada di peringkat 2 sejak tahun 2018, sementara ranking nasional tahun 2025 berada di urutan 12 dari seluruh provinsi di Indonesia.
Dari data perbandingan antar provinsi, untuk indikator yang sama pada periode tahun terakhir, Sulawesi Tenggara mencatat nilai 237 keluarga. Di dalam Pulau Sulawesi, nilai ini masih berada di atas Sulawesi Selatan yang tercatat 161 keluarga, namun berada di bawah Sulawesi Tengah yang menempati peringkat 1 pulau dengan nilai 372 keluarga. Secara persentase penurunan tahun 2025, Sulawesi Tenggara mencatat penurunan 28,18 persen, sedikit lebih kecil dibanding penurunan Sulawesi Selatan yang mencapai 29,39 persen pada periode yang sama.
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tengah menempati peringkat 1 tertinggi di seluruh wilayah Pulau Sulawesi untuk indikator jumlah desa pengguna kayu bakar memasak pada tahun terakhir, dengan nilai tercatat sebesar 372 keluarga. Provinsi ini mengalami penurunan sebesar 27,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan posisi ranking nasional berada di urutan 11. Nilai ini menjadikan Sulawesi Tengah sebagai satu-satunya provinsi di Pulau Sulawesi yang masih memiliki nilai di atas 300 keluarga untuk indikator ini pada periode 2025.
Sulawesi Selatan
Sulawesi Selatan tercatat menempati peringkat 3 di wilayah Pulau Sulawesi untuk indikator ini, dengan jumlah desa pengguna kayu bakar memasak sebesar 161 keluarga pada tahun 2025. Provinsi ini mengalami penurunan sebesar 29,39 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya, angka penurunan ini merupakan yang terbesar ketiga di antara seluruh provinsi yang tercatat dalam data perbandingan. Secara ranking nasional, Sulawesi Selatan berada di urutan 15, menjadi posisi terendah di antara seluruh provinsi dari wilayah Pulau Sulawesi.
Jawa Timur
(Baca: PDRB ADHK Pengeluaran LNPRT di Sulawesi Tengah | 2025)
Jawa Timur tercatat memiliki 234 keluarga desa yang sebagian besar menggunakan kayu bakar untuk memasak pada tahun terakhir, hampir setara dengan nilai yang dicatatkan Sulawesi Tenggara. Provinsi dari wilayah Pulau Jawa ini mengalami penurunan sangat besar mencapai 35,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadikannya provinsi dengan penurunan persentase terbesar pada data perbandingan. Posisi ranking nasional Jawa Timur berada di urutan 13, hanya satu peringkat di bawah Sulawesi Tenggara.
Kalimantan Utara
Kalimantan Utara tercatat memiliki 217 keluarga desa pengguna utama kayu bakar memasak pada periode 2025, dengan penurunan sebesar 12,15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka penurunan ini merupakan yang terkecil di antara seluruh wilayah yang tercatat dalam data perbandingan. Provinsi dari wilayah Pulau Kalimantan ini menempati peringkat 14 secara nasional, dua peringkat di bawah posisi Sulawesi Tenggara pada tahun yang sama.
Maluku Utara
Maluku Utara tercatat memiliki 640 keluarga desa pengguna kayu bakar memasak pada tahun terakhir, menjadikannya provinsi dengan nilai tertinggi di seluruh data perbandingan. Provinsi wilayah Pulau Maluku ini mengalami penurunan sebesar 16,23 persen dibandingkan periode sebelumnya, menempati peringkat 9 secara nasional, tiga peringkat di atas posisi Sulawesi Tenggara tahun 2025. Nilai Maluku Utara hampir tiga kali lipat lebih besar dibanding nilai yang dicatatkan oleh Sulawesi Tenggara pada periode yang sama.
Papua Selatan
Papua Selatan tercatat memiliki 588 keluarga desa yang sebagian besar keluarganya menggunakan kayu bakar untuk memasak pada tahun 2025, menempati peringkat kedua tertinggi pada data perbandingan setelah Maluku Utara. Provinsi wilayah Pulau Papua ini hanya mengalami penurunan sedikit sebesar 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, angka penurunan paling kecil yang tercatat. Secara ranking nasional, Papua Selatan berada di urutan 10, dua peringkat di atas posisi Sulawesi Tenggara.