Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Bekasi pada tahun 2024 mencapai 339366 rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 2,8 persen dibandingkan tahun 2023, dengan selisih penurunan sebesar 9954 rupiah per kapita setiap bulannya. Selama periode tujuh tahun terakhir mulai 2018, catatan pengeluaran pada tahun ini menjadi penurunan kedua beruntun yang terjadi di wilayah ini.
(Baca: Statistik Panjang Jalan Nasional Periode 2013-2024)
Sepanjang periode data 2018 hingga 2024, pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Bekasi mengalami pergerakan naik turun. Pengeluaran tertinggi tercatat pada tahun 2022 dengan nilai 397151 rupiah per kapita per bulan, sedangkan nilai terendah tercatat pada tahun 2018. Anomali penurunan besar pernah terjadi pada tahun 2020 sebesar 11,4 persen, sebelum kemudian naik kembali sebesar 20,6 persen pada tahun berikutnya.
Dari seluruh data pengeluaran masyarakat per kapita, kategori aneka barang dan jasa menyumbang sekitar 16,1 persen dari total pengeluaran bulanan masyarakat Kabupaten Bekasi pada tahun 2024. Nilai ini berada di bawah pengeluaran untuk makanan jadi yang mencapai 398530 rupiah, pengeluaran rokok dan tembakau 149596 rupiah, serta pengeluaran perawatan pribadi 84439 rupiah setiap bulannya.
Berdasarkan perbandingan tingkat provinsi Jawa Barat, Kabupaten Bekasi menempati urutan ke 10 dari 27 kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran aneka barang dan jasa tahun 2024. Lima wilayah dengan nilai pengeluaran tertinggi di atas Kabupaten Bekasi berturut-turut adalah Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Depok, Kota Bandung dan Kota Cimahi. Seluruh wilayah kota besar di Jawa Barat secara konsisten mencatat nilai pengeluaran di atas wilayah kabupaten non perkotaan.
Rata-rata pengeluaran total masyarakat Kabupaten Bekasi selama tiga tahun terakhir berada pada angka 361945 rupiah per kapita per bulan. Nilai tahun 2024 tercatat 6,2 persen lebih rendah dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir, dan 10,8 persen lebih rendah dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir periode 2020 sampai 2024. Posisi ranking Kabupaten Bekasi untuk kategori ini tidak mengalami perubahan dibandingkan posisi tahun sebelumnya.
Kota Bekasi
(Baca: Data 2025: Jumlah Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas di Jawa Barat 38,89 Juta Jiwa)
Kota Bekasi menempati urutan pertama seluruh wilayah di Jawa Barat untuk total pengeluaran per kapita bulanan, dengan nilai total mencapai 3345253 rupiah pada tahun 2024. Wilayah ini mencatat kenaikan total pengeluaran sebesar 16,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pengeluaran makanan mencapai 1292841 rupiah dan pengeluaran bukan makanan sebesar 2052412 rupiah per kapita. Meskipun demikian, pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kota Bekasi justru mengalami penurunan sedikit sebesar 3,7 persen pada tahun yang sama.
Kota Bogor
Kota Bogor menempati urutan keempat tingkat provinsi untuk total pengeluaran masyarakat, dengan nilai total 2572606 rupiah per kapita setiap bulan pada tahun 2024. Wilayah ini mencatat penurunan total pengeluaran sebesar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi satu-satunya wilayah kota besar yang mengalami penurunan nilai pengeluaran total pada periode ini. Pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kota Bogor bahkan turun sebesar 21,7 persen, menjadi penurunan terbesar di antara seluruh wilayah Jawa Barat.
Kota Depok
Kota Depok menempati urutan kedua tingkat provinsi Jawa Barat untuk nilai total pengeluaran per kapita masyarakat tahun 2024, dengan catatan nilai sebesar 3021242 rupiah setiap bulan. Wilayah ini mencatat kenaikan total pengeluaran sebesar 10,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pengeluaran makanan mencapai 1222638 rupiah dan pengeluaran bukan makanan mencapai 1798604 rupiah. Pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kota Depok mengalami penurunan sedikit sebesar 4,2 persen pada tahun 2024.
Kota Bandung
Kota Bandung menempati urutan ketiga tingkat provinsi untuk total pengeluaran masyarakat tahun 2024, dengan nilai total pengeluaran per kapita mencapai 2636944 rupiah setiap bulannya. Wilayah ini mencatat penurunan total pengeluaran sebesar 4,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penurunan terbesar terjadi pada kategori bukan makanan. Pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kota Bandung turun sebesar 17,7 persen pada tahun 2024, menjadikan wilayah ini masuk dalam tiga wilayah dengan penurunan kategori terbesar di Jawa Barat.