- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) di Provinsi Bali pada tahun 2024 tercatat sebanyak 161 unit. Berdasarkan data historis sejak 2018, angka ini mengalami penurunan sebanyak 2 unit dibandingkan tahun 2023 yang sebelumnya tercatat 163 unit. Selama 7 tahun terakhir, jumlah sekolah SMA di Bali selalu berada di rentang 158 hingga 163 unit dengan fluktuasi yang tidak signifikan setiap tahunnya.
(Baca: Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp. 17.780 per Dolar AS (Rabu, 17 Juni 2026))
Dari total 161 unit SMA di Bali tahun 2024, sebanyak 90 unit merupakan SMA Negeri dan 71 unit merupakan SMA Swasta. Artinya 55,9% sekolah SMA di pulau ini merupakan sekolah negeri, sedangkan 44,1% adalah sekolah swasta. Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah SMA Negeri stagnan tidak ada penambahan, sementara jumlah SMA Swasta mengalami penurunan sebesar 2 unit atau turun 2,7 persen.
Untuk penduduk usia sekolah 16-18 tahun, pada tahun 2023 tercatat sebanyak 199.160 jiwa, angka ini sedikit menurun dibandingkan tahun 2021 yang pernah menyentuh angka tertinggi 205.800 jiwa. Secara nasional, jumlah penduduk usia sekolah SMA Bali secara konsisten berada di urutan 16 hingga 17 dari seluruh provinsi di Indonesia selama periode yang dicatat.
Terkait tenaga pendidik, BPS mencatat total guru SMA di Bali tahun 2024 berjumlah 5.893 orang, meningkat sebesar 0,7 persen atau sebanyak 39 orang dibandingkan tahun 2023. Dari total tersebut, sebanyak 4.876 orang merupakan tenaga kepala sekolah dan guru di SMA Negeri, sementara 1.017 orang bertugas di SMA Swasta.
Perlu dicatat bahwa jumlah guru SMA Negeri tercatat tumbuh 2,5 persen pada 2024, sebaliknya tenaga pendidik di SMA Swasta justru mengalami penurunan sebesar 7,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tren penurunan jumlah sekolah dan tenaga pendidik di sektor swasta ini menjadi catatan tersendiri bagi pemerintah provinsi dalam pemerataan akses pendidikan SMA di Bali.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Mei) | 3,08% | +0.66 | |
| Inflasi mom (Mei) | 0,28% | +0.15 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.835 | +0.57 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Apr) | 89,10 | -97.32 | |
| Ekspor Migas (Apr) | 1,16 | -9.81 | |
| Impor Migas (Apr) | 4,60 | +45.09 | |
| Ekspor (Apr) | 25,30 | +12.32 | |
| Impor (Apr) | 25,21 | +31.28 | |
| Kunjungan Wisman (Apr) | 1,25 | +14.75 | |
| NTP (Mei) | 113,79 | +1.34 |