Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Kayong Utara mencapai 146229 rupiah pada tahun 2024. Nilai ini mengalami kenaikan sedikit sebesar 0,3 persen dibandingkan tahun 2023. Selama tujuh tahun pengamatan sejak 2018, nilai pengeluaran ini tercatat terus bergerak naik meskipun sempat mengalami penurunan pada tahun 2021 sebesar 4,3 persen.
(Baca: Update 2026: Volume Ekspor SITC Kode 42 Minyak dan Lemak Nabati di Sumatera Barat)
Pengeluaran untuk rokok dan tembakau ini setara dengan 62,8 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita untuk aneka barang jasa masyarakat wilayah ini. Nilai pengeluaran rokok juga lebih besar dibandingkan pengeluaran bulanan untuk kecantikan, perawatan pribadi, serta sabun mandi per kapita. Hanya pengeluaran untuk makanan jadi yang nilainya masih berada di atas pengeluaran rokok dan tembakau di wilayah ini.
Selama periode 2018 sampai 2024, tercatat kenaikan tertinggi pengeluaran rokok terjadi pada tahun 2022 dengan persentase 15,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Satu-satunya penurunan yang tercatat selama periode tujuh tahun hanya terjadi pada tahun 2021. Pada tahun tersebut pengeluaran rokok turun menjadi 117675 rupiah setelah pada tahun sebelumnya mengalami kenaikan mencapai 11,4 persen.
Berdasarkan perbandingan seprovinsi Kalimantan Barat, Kabupaten Kayong Utara menempati urutan ke empat dari 14 kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2024. Tiga wilayah di atasnya secara berturut-turut adalah Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Sintang, dan Kabupaten Ketapang. Secara nasional, wilayah ini menempati peringkat 158 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa Kota Sabang | 2024)
Kabupaten Kapuas Hulu mencatat pengeluaran rokok tertinggi se-Kalimantan Barat pada 2024 dengan nilai 163497 rupiah per kapita per bulan, disusul Kabupaten Sintang sebesar 152324 rupiah dan Kabupaten Ketapang 149134 rupiah. Dari sisi pertumbuhan, hanya empat wilayah di provinsi ini yang mencatatkan kenaikan pengeluaran rokok pada 2024, sementara sembilan wilayah lain mengalami penurunan. Peringkat Kabupaten Kayong Utara tidak berubah dibandingkan posisi tahun sebelumnya.
Kabupaten Kayong Utara
Badan Pusat Statistik mencatat total pengeluaran per kapita per bulan Kabupaten Kayong Utara untuk seluruh kategori makanan dan bukan makanan mencapai 1414516 rupiah pada tahun 2024. Nilai ini menempatkan wilayah ini pada urutan ke empat seprovinsi Kalimantan Barat. Untuk kategori pengeluaran bukan makanan, wilayah ini juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 32,8 persen pada 2024, menjadi pertumbuhan tertinggi kedua di seluruh wilayah provinsi Kalimantan Barat. Pengeluaran untuk makanan per kapita per bulan di wilayah ini tercatat 738653 rupiah dengan pertumbuhan 7,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Rata-rata pengeluaran bukan makanan masyarakat Kabupaten Kayong Utara pada 2024 mencapai 675863 rupiah per kapita per bulan. Nilai ini berada di atas tiga wilayah lain di provinsi yaitu Kabupaten Ketapang, Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Landak. Pertumbuhan pengeluaran bukan makanan wilayah ini lebih tinggi 16,7 poin persen dibandingkan rata-rata pertumbuhan seluruh kabupaten kota di Kalimantan Barat pada tahun yang sama.