- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat mencatat data historis jumlah sekolah SMA di wilayah ini selama periode 2018 hingga 2024 menunjukkan tren peningkatan secara bertahap. Pada tahun 2024 tercatat terdapat 345 unit sekolah SMA, mengalami penambahan sebanyak 7 unit dibandingkan tahun 2023 yang hanya berjumlah 338 unit. Untuk tahun 2025, hingga saat ini data jumlah sekolah SMA resmi belum dirilis oleh instansi. Secara nasional, jumlah sekolah SMA Sumatera Barat secara konsisten menempati urutan 14 hingga 15 dari seluruh provinsi di Indonesia selama tujuh tahun terakhir.
(Baca: Nilai Ujian Tes Terstandar Masuk ke SMA NEGERI 15 DEPOK 2025)
Berdasarkan data pendukung tahun 2024, dari total seluruh sekolah SMA di Sumatera Barat, terbagi menjadi 238 unit SMA Negeri dan 107 unit SMA Swasta. SMA Negeri mendominasi sebesar 69% dari total keseluruhan sekolah, sedangkan SMA Swasta menyumbang 31% sisanya. Kedua kategori sekolah ini sama-sama mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya: SMA Negeri tumbuh 0,8% dan SMA Swasta mencatat pertumbuhan lebih tinggi sebesar 4,9%.
Untuk penduduk usia sekolah SMA 16-18 tahun, Sumatera Barat pada tahun 2023 tercatat berjumlah 297.600 jiwa. Angka ini mengalami peningkatan sekitar 8.500 jiwa jika dibandingkan dengan data tahun 2019. Secara nasional, populasi usia sekolah ini secara konsisten menempati urutan 12 selama 4 tahun berturut-turut, sebelum turun satu peringkat menjadi urutan 13 nasional pada tahun 2023. Pertumbuhan jumlah sekolah SMA hingga saat ini masih lebih lambat dibanding laju pertumbuhan penduduk usia sekolah.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Sulawesi Utara 2018 - 2025)
Data tahun 2024 juga menunjukkan terjadinya penurunan jumlah tenaga pendidik SMA di Sumatera Barat. Total guru SMA seluruhnya tercatat sebanyak 10.893 orang, mengalami penurunan sebesar 2,2% dibandingkan tahun 2023 berjumlah 11.140 orang. Penurunan terjadi baik pada sekolah negeri maupun swasta, namun penurunan paling tajam terjadi pada tenaga pendidik SMA Swasta yang mencapai 7,5% dibanding tahun sebelumnya.
Sementara itu jumlah siswa SMA justru mengalami pertumbuhan positif pada tahun yang sama. Total seluruh siswa SMA Sumatera Barat tahun 2024 tercatat 157.273 orang, naik 2,4% dibanding tahun 2023. Kondisi penurunan jumlah guru di tengah pertambahan jumlah siswa dan penduduk usia sekolah ini menjadi catatan penting untuk evaluasi sistem pendidikan menengah atas di wilayah Sumatera Barat.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.714 | +0.19 | |
| Neraca perdagangan (Mar) | 3,32 | +160.82 | |
| Ekspor Migas (Mar) | 1,28 | +18.60 | |
| Impor Migas (Mar) | 3,17 | +58.74 | |
| Ekspor (Mar) | 22,53 | +1.62 | |
| Impor (Mar) | 19,21 | -8.08 | |
| Kunjungan Wisman (Feb) | 1,16 | -2.42 | |
| Inflasi yoy (Apr) | 2,42% | -1.06 | |
| Inflasi mom (Apr) | 0,13% | -0.28 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| NTP (Apr) | 112,29 | +0.43 |