- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) Gorontalo mencatat data historis jumlah sekolah SMA di provinsi ini menunjukkan tren pertumbuhan lambat selama periode 2018-2024. Dari 63 unit pada tahun 2018, jumlah sekolah SMA bertahap meningkat menjadi 71 unit pada tahun 2023, angka ini tetap stagnan hingga tahun 2024 dan belum terdapat data resmi yang diterbitkan untuk tahun 2025. Selama 6 tahun pengamatan, terjadi penambahan total sebanyak 8 unit sekolah SMA di wilayah ini.
(Baca: Tingkat Penghunian Kamar Periode 2013-2024)
Pada tahun 2024, seluruh sekolah SMA di Gorontalo terbagi menjadi 62 unit SMA Negeri dan 9 unit SMA Swasta. Kedua kategori sekolah tidak mengalami perubahan jumlah dibandingkan tahun sebelumnya. SMA Negeri mendominasi dengan proporsi 87,3% dari total seluruh sekolah SMA, sedangkan SMA Swasta hanya menyumbang 12,7% dari keseluruhan unit pendidikan yang ada.
Sejalan dengan jumlah sekolah yang stagnan, jumlah penduduk usia sekolah 16-18 tahun di Gorontalo menunjukkan tren penurunan terus menerus. Dari 64.400 jiwa pada tahun 2018, angka ini turun menjadi 60.190 jiwa pada tahun 2023. Secara nasional, Gorontalo secara konsisten berada di urutan 32 hingga 33, termasuk urutan terbawah untuk indikator jumlah penduduk usia SMA di seluruh Indonesia.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Kalimantan Tengah 2018 - 2025)
Data pendukung juga mencatat penurunan jumlah tenaga pendidik pada tahun 2024. Total guru SMA berjumlah 2.020 orang, mengalami penurunan 2,6% dibandingkan tahun 2023 yang tercatat 2.073 orang. Tenaga pendidik negeri berjumlah 1.911 orang sedangkan tenaga pendidik SMA Swasta hanya berjumlah 109 orang, atau sekitar 5,7% dari seluruh tenaga pendidik SMA.
Selain jumlah guru, jumlah siswa SMA juga mencatat penurunan 1,1% pada tahun 2024. Meskipun Angka Partisipasi Murni SMA berhasil tumbuh 5,6% menjadi 64 pada tahun 2025, tren penurunan jumlah penduduk usia sekolah menjadi tantangan utama dalam perencanaan dan pengelolaan pendidikan menengah atas di Provinsi Gorontalo.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| PDB ADHK (Q4 2025) | 3.474,50 | +0.86 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17 | -0.03 | |
| Neraca perdagangan (Mar) | 3,32 | +160.82 | |
| Ekspor Migas (Mar) | 1,28 | +18.60 | |
| Impor Migas (Mar) | 3,17 | +58.74 | |
| Ekspor (Mar) | 22,53 | +1.62 | |
| Impor (Mar) | 19,21 | -8.08 | |
| Kunjungan Wisman (Feb) | 1,16 | -2.42 | |
| Inflasi yoy (Apr) | 2,42% | -1.06 | |
| Inflasi mom (Mar) | 0,41% | -0.27 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| NTP (Apr) | 112,29 | +0.43 |