- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan jumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) di DKI Jakarta periode 2018-2024 menunjukkan fluktuasi stabil. Pada tahun 2024, jumlah SMA mencapai 504 unit, meningkat 8 unit dibandingkan tahun 2023 (496 unit). Secara nasional, DKI Jakarta tetap berada di peringkat ke-11 untuk jumlah SMA selama beberapa tahun terakhir. Sedangkan jumlah penduduk usia sekolah 16-18 tahun di provinsi ini naik dari 417.200 jiwa pada 2018 menjadi 433.410 jiwa pada 2023, dengan peringkat nasional yang naik dari ke-9 pada 2018-2019 menjadi ke-8 sejak 2020.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Nusa Tenggara Timur 2018 - 2024)
Dari segi jenis sekolah, data BPS tahun 2024 menunjukkan 117 SMA Negeri di DKI Jakarta, tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, SMA Swasta mencapai 387 unit, meningkat 2,1% dari 379 unit pada 2023. Perhitungan menunjukkan SMA Swasta mendominasi dengan persentase sekitar 76,4% dari total SMA di provinsi ini, sementara SMA Negeri hanya sekitar 23,6%.
Data pendukung dari BPS juga mencatat Angka Partisipasi Murni (APM) SMA di DKI Jakarta tahun 2024 mencapai 64%, tumbuh 6,6% dibandingkan tahun 2023 (60%). Namun, jumlah siswa SMA secara keseluruhan mengalami penurunan 1% dari 192.105 jiwa pada 2023 menjadi 190.143 jiwa pada 2024. Siswa SMA Negeri sedikit meningkat (88.259 vs 88.181 jiwa), sedangkan siswa SMA Swasta turun 2% (101.884 vs 103.924 jiwa).
(Baca: Statistik Penduduk Beragama Katolik di DKI Jakarta 2019-2024)
Jumlah guru SMA di DKI Jakarta tahun 2024 mencapai 12.114 orang, tumbuh 0,6% dari 12.043 orang pada 2023. Jumlah kepala sekolah dan guru SMA Negeri mengalami penurunan 2,6% dari 5.184 orang pada 2023 menjadi 5.049 orang pada 2024, sebaliknya SMA Swasta mengalami peningkatan 3% dari 6.859 orang menjadi 7.065 orang pada tahun yang sama.