Jumlah pekerja di Kabupaten Intan Jaya mengalami trend kenaikan dalam 12 tahun terakhir sedangkan dalam lima tahun terakhir, jumlah pekerja dalam tren naik. Tercatat pada tahun 2022 jumlah pekerja sebanyak 29.718 pekerja dan di tahun 2024 naik menjadi 75.531 pekerja.
Data penduduk yang bekerja ini dihasilkan dari survei sakernas tahunan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Definisi penduduk yang bekerja dalam metode survei sakernas di definisikan seperti berikut. Penduduk adalah mereka yang telah berusia 15 tahun ke atas.
(Baca: Persentase Pengangguran 2024 di Kabupaten Kampar 3,67%)
Arti penduduk yang bekerja yakni mereka yang melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan paling sedikit selama satu jam dalam seminggu terakhir. Bekerja selama satu jam tersebut harus dilakukan berturut-turut dan tidak terputus.
Sementara itu, BPS merilis tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Intan Jaya mencapai 2,4% pada 2024. Angka ini berkurang 0,81% dibandingkan Desember 2023 yang tercatat 3,22%. Sementara, dibandingkan dengan Desember 2022, angkanya naik 0,26%.
(Baca: Keadaan Angkatan Kerja di Kabupaten Barito Selatan pada 2024)
Pengurangan data tingkat pengangguran terbuka (TPT) tahun ini bisa tergambar dari kondisi jumlah angkatan kerja dan jumlah penduduk yang bekerja. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Intan Jaya dalam tiga tahun terakhir menurun. Secara historis, tahun 2022 tercatat 30.369 pekerja, pada 2023 kemudian meningkat menjadi 94.091 pekerja dan untuk 2024 tercatat sebanyak 77.392 pekerja.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 414 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2024 yakni 4,1%.
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Intan Jaya tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi yang anjlok di tahun 2024. Perekonomian di wilayah ini pada 2024 lalu tercatat 1,73 persen. Sebelumnya pada 2023 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 2,62 persen.