Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Bangka Tengah, pada 2024 mencapai Rp11,82 juta. PDRB di kabupaten/kota ini pertumbuhan negatif -0,34% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp11,4 juta .
Meskipun demikian menurut data historisnya, dibandingkan dengan masa setelah pandemi covid, pertumbuhan di wilayah ini terlihat tidak lebih baik karena mencatatkan pertumbuhan yang lebih rendah.
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 209,12 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp56.134 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 215.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi unggulan.
Untuk urutan pertama adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan. Pada 2024 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp2,04 jutajuta. PDRB ini tumbuh 2,32%.
Di urutan kedua adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 0,03% menjadi Rp2 jutajuta, sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 0,75% menjadi Rp1,58 jutajuta.
Selain itu, sektor lainnya yang memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah konstruksi dengan PDRB Rp1,19 jutajuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Bangka Tengah pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Bangka Tengah ini adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dengan kontribusi mencapai 17,22%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, sektor pertambangan dan penggalian, sektor transportasi dan pergudangan, dan sektor konstruksi.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi,Sektor Jasa Lainnya,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas dan Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang.