Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Maluku Tenggara pada tahun 2024 sebesar 21,22%, mengalami penurunan sebesar 2,62% dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 21.470 jiwa dari total 129.235 jiwa penduduk.
Jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Maluku, Kabupaten Maluku Tenggara berada di urutan keenam terendah dalam persentase kemiskinan. Angka ini masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata 3 tahun terakhir (21,57%) dan 5 tahun terakhir (22,01%). Persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 37,84%, sedangkan terendah pada tahun 2024 sebesar 21,22%.
(Baca: Statistik Persentase Penduduk Miskin di Kabupaten Sidoarjo 2015-2024)
Pertumbuhan kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 3,02%, sedangkan penurunan tertinggi terjadi pada tahun 2008 turun 8,56%. Secara nasional, Kabupaten Maluku Tenggara berada pada peringkat ke-49 dalam persentase kemiskinan. Peringkat ini sempat berfluktuasi, dengan peringkat terendah ke-53 pada tahun 2021 dan tertinggi ke-20 pada tahun 2004.
Dibandingkan dengan kabupaten tetangga di Provinsi Maluku, Kabupaten Kepulauan Aru memiliki persentase kemiskinan 23,39%, Kabupaten Maluku Tengah 17,67%, Kabupaten Kepulauan Tanimbar 23,66%, Kabupaten Seram Bagian Barat 22,31%, Kabupaten Seram Bagian Timur 21,03%, dan Kota Tual 20,01%.
Kabupaten Kepulauan Aru
Kabupaten ini menempati urutan ke-42 secara nasional dengan persentase kemiskinan mencapai 23,39%. Jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 22.450 jiwa dari total penduduk 111.561 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini mencapai Rp 644.112,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita penduduknya mencapai Rp 43,62 juta per tahun, menunjukkan pertumbuhan 5,57%.
Kabupaten Maluku Tengah
Dengan persentase kemiskinan 17,67%, kabupaten ini menduduki peringkat ke-69 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 66.650 jiwa dari total 431.308 jiwa penduduk. Garis kemiskinan tercatat sebesar Rp 614.323,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakatnya mencapai Rp 25,98 juta per tahun, mengalami pertumbuhan 5,28%.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Banjar Baru | 2004 - 2024)
Kabupaten Kepulauan Tanimbar
Kabupaten ini mencatat persentase kemiskinan sebesar 23,66% dan menduduki peringkat ke-40 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini mencapai 26.760 jiwa dari total penduduk 131.368 jiwa. Pendapatan per kapita tercatat Rp 27,73 juta per tahun. Terlihat adanya pertumbuhan ekonomi sebesar 5,17% di wilayah ini.
Kabupaten Seram Bagian Barat
Kabupaten ini memiliki persentase kemiskinan 22,31% dan berada pada peringkat ke-46 secara nasional. Jumlah penduduk miskin tercatat 38.780 jiwa dari total 216.093 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini mencapai Rp 508.517,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakatnya adalah Rp 18,04 juta per tahun, dengan pertumbuhan 5,91%.
Kabupaten Seram Bagian Timur
Kabupaten ini memiliki tingkat kemiskinan 21,03%, menempatkannya pada peringkat ke-50 secara nasional. Jumlah penduduk miskin tercatat 24.340 jiwa dari total 139.777 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini tercatat sebesar Rp 478.721,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakatnya mencapai Rp 25,03 juta per tahun, dengan pertumbuhan 3,31%.
Kota Tual
Kota ini memiliki persentase kemiskinan sebesar 20,01% dan menduduki peringkat ke-54 secara nasional. Jumlah penduduk miskin tercatat 16.170 jiwa dari total 91.275 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini mencapai Rp 746.967,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakatnya adalah Rp 36,85 juta per tahun, dengan pertumbuhan 5,29%.