Menurut publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), data per Juni 2025, PDRB ADHK sektor informasi dan komunikasi jika ditotal untuk 10 provinsi teratas besarnya mencapai Rp203,5 triliun. Nilai dari jumlah 10 provinsi tersebut, proporsinya mencapai 84,97% dari total seluruh provinsi.
Urutan pertama adalah DKI Jakarta, wilayah ini mencatatkan hingga Rp77,39 triliun. Provinsi ini mencatatkan penurunan Rp-24.96 miliar dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.
(Baca: PDRB ADHK Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang Periode 2013-2025)
Setelahnya Jawa Timur di urutan kedua. Dibandingkan dengan periode yang sama kuartal sebelumnya, PDRB ADHK sektor informasi dan komunikasi di provinsi ini tumbuh 6,48%. Jumlah PDRB ADHK sektor informasi dan komunikasi di provinsi ini dilaporkan Rp36,02 triliun. Adapun untuk periode sebelumnya tercatat sebanyak Rp35,7 triliun.
Berikutnya, Jawa Barat dengan PDRB ADHK sektor informasi dan komunikasi Rp30,91 triliun (naik 9,83%), Jawa Tengah dengan PDRB ADHK sektor informasi dan komunikasi Rp20,89 triliun (naik 9,97%) dan PDRB ADHK sektor informasi dan komunikasi di Banten naik 6,82% menjadi Rp10,07 triliun dibandingkan dengan periode yang sama kuartal sebelumnya
(Baca: Nilai Ekspor Barang Barang Kayu dan Gabus Provinsi Kalimantan Selatan Januari 2026)
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi dengan PDRB ADHK sektor informasi dan komunikasi jumlah tertinggi:
- DKI Jakarta Rp77,39 triliun
- Jawa Timur Rp36,02 triliun
- Jawa Barat Rp30,91 triliun
- Jawa Tengah Rp20,89 triliun
- Banten Rp10,07 triliun
- Sulawesi Selatan Rp8.606,54 miliar
- Sumatera Utara Rp5.632,47 miliar
- Sumatera Barat Rp4.959,89 miliar
- DI Yogyakarta Rp4.785,28 miliar
- Sumatera Selatan Rp4.253,35 miliar