PVMBG: Gunung Ili Lewotolok Kembali Erupsi, Hari Ini Meletus 3 Kali

Demografi
1
Irfan Fadhlurrahman 27/02/2024 20:32 WIB
6 Gunung Api di Indonesia dengan Jumlah Erupsi Terbanyak (1 Januari 2024 - 27 Februari 2024)
databoks logo
  • A Font Kecil
  • A Font Sedang
  • A Font Besar

Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur kembali erupsi pada Selasa (27/2/2024) pukul 21.20 WITA. Dalam sepekan terakhir, Gunung Ili Lewotolok sudah erupsi 4 kali.

Melansir informasi letusan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, tinggi kolom abu teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak (2.423 meter di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 34,8 milimeter dan durasi 71 detik.

(Baca: Tren Letusan Gunung Berapi dalam Beberapa Tahun Terakhir)

Menurut laporan aktivitas gunung api MAGMA Indonesia, tingkat aktivitas Gunung Ili Lewotolok di Level III (Siaga). Pengamatan kegempaan pada 27 Februari 2024 pukul 12.00-18.00 WITA menunjukkan terjadi 2 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 30,8-38,7 milimeter dan lama gempa 53-70 detik.

Kemudian, 1 kali gempa guguran dengan amplitudo 2,5 mm dan lama gempa 56 detik serta 103 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3,5-15,6 milimeter dan lama gempa 35-70 detik.

PVMBG menghimbau masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok, dan masyarakat Desa Lamawolo, Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dan awan panas dari bagian timur puncak/ kawah Gunung Ili Lewotolok.

Selama tahun 2024, MAGMA Indonesia telah merekam 290 letusan/erupsi gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Marapi di Sumatera Barat paling banyak erupsi (82 kali letusan) sedangkan Gunung Ili Lewotolok erupsi 27 kali.

(Baca: Negara dengan Gunung Berapi Aktif Terbanyak di Dunia, Indonesia Pertama)

Data Populer
Lihat Semua