GISAID mencatat, perkembangan kasus Covid-19 varian Omicron (B.1.1.529) di Indonesia telah mencapai 31.336 kasus per Rabu, 28 Desember 2022. Varian Omicron di Indonesia ini memiliki selisih -47 kasus dibandingkan hari sebelumnya. Secara mingguan, kasus di Indonesia ini tumbuh 1,63 persen.
(Baca: 10 Kabupaten/Kota dengan Persentase Pemeriksaan Suspek per Minggu Tertinggi (Senin, 26 Desember 2022))
Dengan jumlah varian Omicron tersebut, menempatkan posisi Indonesia berada di urutan pertama di Asia Tenggara. Negara dengan kasus Omicron tertinggi di Asia Tenggara masih ditempati Malaysia sebanyak 25.560 kasus.
Setelahnya Thailand di urutan ketiga. Dibandingkan pekan sebelumnya, jumlah kasus Omicron di negara ini tumbuh 5,04 persen. Sedangkan untuk data harian angka jumlah kasus Omicron di negara ini naik 1,16 persen dibanding hari sebelumnya yang tercatat 21.784 jiwa.
(Baca: Kasus Penambahan Harian Covid-19 Indonesia Urutan Ke-6 di Asia)
Selanjutnya, Singapura dengan jumlah kasus Omicron 17.177 kasus (naik 2,12%), Filipina dengan jumlah kasus Omicron 12.129 kasus (turun 0,04%) dan Vietnam dengan jumlah kasus Omicron 4.791 kasus (angka ini tidak ada perubahan dari sebelumnya)
Adapun laporan GISAID menyebutkan, telah mendeteksi kasus Covid-19 Omicron di seluruh dunia dengan jumlah total mencapai 6,99 juta kasus. Jumlah varian Covid-19 tersebut naik dibandingkan pekan sebelumnya yang berjumlah 6,91 juta kasus.