Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Poso tahun 2024 sebesar 14,23 persen, turun sedikit dari tahun sebelumnya yang sebesar 15,16 persen. Selisih nilai tersebut turun 0,93 persen dengan pertumbuhan turun 6,13 persen. Jumlah penduduk miskin turun 1.850 orang menjadi 39.630 orang, sementara total penduduk naik sedikit 2.068 orang menjadi 252.652 jiwa. Poso berada di urutan ke-13 di Sulawesi dan ke-113 se-Indonesia.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Yapen Periode 2004 - 2024)
Data historis kemiskinan Poso periode 2004-2024 menunjukkan nilai tertinggi di 2004 (30,4 persen) dan terendah di 2024 (14,23 persen). Pertumbuhan terendah di 2009 (-9,55 persen) dan tertinggi di 2015 (6,26 persen). Rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 14,86 persen, rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) adalah 15,19 persen. Rank se-Indonesia fluktuatif: dari 61 (2004) ke 113 (2024), dengan pergeseran posisi setiap tahun.
Dibandingkan dengan kabupaten tetangga di Sulawesi Tengah, Poso berada di urutan ke-3 dalam persentase kemiskinan. Nilainya lebih tinggi daripada Buol (13,08 persen) dan Banggai Laut (13,78 persen), tapi lebih rendah daripada Tojo Una Una (16,36 persen) dan Donggala (15,3 persen). Jumlah penduduk miskin Poso lebih banyak dari tiga kabupaten lain tapi kurang dari Parigi Moutong.
Kabupaten Buol
Persentase kemiskinan di wilayah ini sebesar 13,08 persen, dengan pertumbuhan -2,1 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin mencapai 23.050 orang, total penduduknya 160.493 jiwa. Garis kemiskinan adalah 477,64 ribu rupiah per kapita per bulan dengan pertumbuhan 8,96 persen. Pendapatan per kapita 51,14 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan7,12 persen. Wilayah ini berada di urutan ke-143 se-Indonesia, lebih baik daripada posisi Poso. Jumlah penduduknya lebih sedikit dari Poso, sehingga proporsi miskin yang lebih rendah tercermin dari jumlahnya.
Kabupaten Donggala
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Aceh Timur Periode 2004 - 2024)
Persentase kemiskinan di wilayah ini sebesar 15,3 persen, dengan pertumbuhan -5,85 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin mencapai 47.680 orang, total penduduknya 316.037 jiwa. Garis kemiskinan adalah 438,40 ribu rupiah per kapita per bulan dengan pertumbuhan4,01 persen. Pendapatan per kapita53,14 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan8,82 persen. Wilayah ini berada di urutan ke-95 se-Indonesia, lebih buruk daripada posisi Poso. Jumlah penduduknya lebih banyak dari Poso, sehingga jumlah miskinnya melebihi Poso meskipun persentase tidak terlalu jauh berbeda.
Kabupaten Banggai Laut
Persentase kemiskinan di wilayah ini sebesar 13,78 persen, dengan pertumbuhan -2,61 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin mencapai11.160 orang, total penduduknya77.395 jiwa. Garis kemiskinan adalah443,88 ribu rupiah per kapita per bulan dengan pertumbuhan4,53 persen. Pendapatan per kapita43,55 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan5,44 persen. Wilayah ini berada di urutan ke-128 se-Indonesia, lebih baik daripada posisi Poso. Jumlah penduduknya paling kecil di kelompok ini, sehingga jumlah miskinnya juga paling sedikit.
Kabupaten Parigi Moutong
Persentase kemiskinan di wilayah ini sebesar14,2 persen, dengan pertumbuhan -4,76 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin mencapai74.570 orang, total penduduknya459.566 jiwa. Garis kemiskinan adalah553,01 ribu rupiah per kapita per bulan dengan pertumbuhan4,1 persen. Pendapatan per kapita51,06 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan7,17 persen. Wilayah ini berada di urutan ke-114 se-Indonesia, satu posisi di belakang Poso. Jumlah penduduknya paling besar, sehingga jumlah miskinnya juga paling besar meskipun persentase hampir sama dengan Poso.
Kabupaten Tojo Una Una
Persentase kemiskinan di wilayah ini sebesar16,36 persen, dengan pertumbuhan -2,27 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin mencapai26.120 orang, total penduduknya172.465 jiwa. Garis kemiskinan adalah622,00 ribu rupiah per kapita per bulan dengan pertumbuhan4,05 persen. Pendapatan per kapita43,05 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan6,78 persen. Wilayah ini berada di urutan ke-83 se-Indonesia, paling buruk di kelompok ini. Jumlah penduduknya lebih sedikit dari Poso, tapi persentase miskinnya paling tinggi.