GISAID mencatat, perkembangan kasus Covid-19 varian Omicron (B.1.1.529) di Indonesia telah mencapai 30.620 kasus per Sabtu, 17 Desember 2022. Varian Omicron di Indonesia ini memiliki selisih 66 kasus dibandingkan hari sebelumnya. Secara mingguan, kasus di Indonesia ini tumbuh 2,66 persen.
(Baca: 10 Kabupaten/Kota dengan Persentase Orang Diperiksa per Minggu Tertinggi (Rabu, 14 Desember 2022))
Dengan jumlah varian Omicron tersebut, menempatkan posisi Indonesia berada di urutan pertama di Asia Tenggara. Negara dengan kasus Omicron tertinggi di Asia Tenggara masih ditempati Malaysia sebanyak 24.520 kasus.
Setelahnya Thailand di urutan ketiga. Dibandingkan pekan sebelumnya, jumlah kasus Omicron di negara ini tumbuh 6,07 persen. Sedangkan untuk data harian angka jumlah kasus Omicron di negara ini kemarin tercatat 20.937 jiwa, jumlah kasus Omicron di Singapura naik 3,44 persen menjadi 16.467 kasus dibandingkan pekan sebelumnya, Filipina dengan jumlah kasus Omicron 12.134 kasus (naik 0,91%) dan jumlah kasus Omicron di Vietnam naik 1,43 persen menjadi 4.687 kasus dibandingkan pekan sebelumnya
(Baca: Total Kematian Covid-19 Indonesia Urutan Ke-2 di Asia)
Adapun laporan GISAID menyebutkan, telah mendeteksi kasus Covid-19 Omicron di seluruh dunia dengan jumlah total mencapai 6,87 juta kasus. Jumlah varian Covid-19 tersebut naik dibandingkan pekan sebelumnya yang berjumlah 6,78 juta kasus.