Thailand Sudah Subsidi Kendaraan Listrik, Ini Besarannya

Transportasi & Logistik
1
Adi Ahdiat 30/11/2022 18:30 WIB
Subsidi untuk Pembeli Kendaraan Listrik di Thailand (Februari 2022)
katadata logo databoks logo
  • A Font Kecil
  • A Font Sedang
  • A Font Besar

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Pandjaitan menyatakan pemerintah Indonesia tengah menyiapkan subsidi kendaraan listrik.

"Kalau Anda mau mengganti sepeda motor dengan motor listrik tahun depan, Anda akan mendapat subsidi," kata Menko Luhut, dilansir Reuters, Selasa (29/11/2022).

Skema subsidi ini masih dalam tahap penggodokan. Namun, Menko Luhut memperkirakan subsidi untuk pembeli motor listrik sekitar Rp6,5 juta, sedangkan untuk mobil listrik nilainya belum disebutkan.

Kebijakan subsidi kendaraan listrik sudah diterapkan negara-negara lain setidaknya sejak 2019. Bahkan tetangga dekat Indonesia, yaitu Thailand, sudah memberlakukan subsidi serupa sejak Februari 2022.

Menurut laporan Sekretariat ASEAN, Thailand memberi subsidi 150.000 baht atau sekitar Rp66 juta untuk pembeli mobil listrik tipe battery electric vehicle (BEV) berkapasitas 30 kWh ke atas.

Kemudian pembeli mobil listrik BEV berkapasitas 10-30 kWh mendapat subsidi 70.000 baht atau sekitar Rp31 juta, dan pembeli motor listrik disubsidi 18.000 baht atau sekitar Rp8 juta.

"Program subsidi Thailand didanai anggaran pemerintah pusat 3 miliar baht (Rp1,33 triliun) pada 2022, serta investasi jangka panjang 40 miliar baht (Rp17,79 triliun) untuk periode 2023-2025," kata Sekretariat ASEAN dalam laporan di situs resminya (10/3/2022).

Thailand juga berencana membangun industri kendaraan listrik, meskipun mereka menghadapi banyak tantangan dari sisi sumber daya, infrastruktur, dan keuangan.

"Thailand tidak punya sumber daya nikel sebesar negara ASEAN lain, seperti Indonesia dan Filipina. Artinya, Thailand berpotensi kekurangan pasokan bahan untuk produksi baterai kendaraan listrik," kata Sekretariat ASEAN.

"Thailand juga masih kekurangan stasiun pengisian baterai kendaraan listrik, yang jumlahnya baru sekitar 1.000 unit. Selain itu, masih banyak konsumen mengkhawatirkan performa kendaraan listrik, seperti masa pakai baterai, jangkauan, tenaga mesin, dan waktu pengisian baterainya," lanjutnya.

(Baca: Ini Besaran Subsidi Mobil Listrik di Luar Negeri)

Editor : Adi Ahdiat
Data Populer
Lihat Semua
instagram
Databoks Indonesia (@databoks.id)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari Katadata Indonesia.
twitter
Databoks Indonesia (@databoksid)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari @katadatacoid.