Neraca perdagangan Indonesia dengan Iran mengalami surplus US$ 180,54 juta pada 2020. Nilai neraca perdagangan ini naik 90,87% dibandingkan neraca tahun sebelumnya yang tercatat US$ 94,59 juta.
Positifnya neraca perdagangan ini, menurut data Trademap, disokong oleh nilai ekspor Indonesia yang mampu menembus angka US$ 198,26 juta. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan kegiatan impor Indonesia dari Iran yang tercatat US$ 17,72 juta.
Kegiatan ekspor Indonesia ke Iran, dalam satu tahun terakhir dalam tren naik. Tahun sebelumnya nilai ekspor Indonesia sebesar US$ 118,1 juta.
Adapun untuk impor, menurut data Trademap terjadi penurunan 24,64% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat di angka US$ 23,51 juta.
Berdasarkan jenis produk, terdapat 10 produk utama andalan ekspor indonesia ke Iran yang terbukti mampu mencatatkan surplus selama 2020. Total nilai ekspor produk utama ini mencapai US$ 181,81 juta.
Daftar 10 produk utama ekspor Indonesia ke Iran
- (HS 08) : Buah dan kacang -kacangan yang dapat dimakan;kulit buah atau melon jeruk
- (HS 15) : Lemak dan minyak nabati atau minyak dan produk belahannya;Lemak yang dapat dimakan;satwa ..
- (HS 87) : Kendaraan selain stok kereta api atau trem, dan suku cadang dan aksesorinya
- (HS 38) : Produk Kimia Lain -lain
- (HS 44) : Kayu dan barang -barang kayu;arang kayu
- (HS 09) : Kopi, teh, maté, dan rempah -rempah
- (HS 72) : Besi dan baja
- (HS 54) : Filamen buatan manusia;strip dan sejenis bahan tekstil buatan manusia
- (HS 34) : Sabun, agen aktif permukaan organik, persiapan cuci, persiapan pelumas, buatan..
- (HS 26) : Bijih, terak dan abu
Secara global neraca perdagangan untuk seluruh produk barang, kali ini lebih baik karena terjadi peningkatan pada beberapa produk jenis barang. Nilai total neraca perdagangan Indonesia tercatat US$ 21,68 miliar atau naik 703,56%. Dengan kata lain, Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan. Tahun sebelumnya neraca perdagangan Indonesia dengan seluruh negara di dunia tercatat US$ -3,59 miliar.