GISAID mencatat, perkembangan kasus Covid-19 varian Omicron (B.1.1.529) di Indonesia telah mencapai 26.508 kasus per Senin, 14 November 2022. Varian Omicron di Indonesia ini memiliki selisih 62 kasus dibandingkan hari sebelumnya. Secara mingguan, kasus di Indonesia ini tumbuh 3,87 persen.
(Baca: Kasus Penambahan Harian Covid-19 Indonesia Urutan Ke-5 di Asia)
Dengan jumlah varian Omicron tersebut, menempatkan posisi Indonesia berada di urutan pertama di Asia Tenggara. Negara dengan kasus Omicron tertinggi di Asia Tenggara masih ditempati Malaysia sebanyak 21.562 kasus.
Berikutnya adalah Thailand yang mencatatkan jumlah kasus Omicron 0,81 persen lebih tinggi dibandingkan pekan lalu. Jumlah jumlah kasus Omicron di negara ini dilaporkan sebanyak 18.591 jiwa lebih tinggi dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat 18.442 jiwa, Singapura dengan jumlah kasus Omicron 14.997 kasus (naik 3,65%), jumlah kasus Omicron di Filipina naik 1,45 persen menjadi 11.101 kasus dibandingkan pekan sebelumnya dan jumlah kasus Omicron di Vietnam turun 0,02 persen menjadi 4.196 kasus dibandingkan pekan sebelumnya
(Baca: Update Omicron : Total di Indonesia Ada 26.352 Kasus (Sabtu, 12 November 2022))
Adapun laporan GISAID menyebutkan, telah mendeteksi kasus Covid-19 Omicron di seluruh dunia dengan jumlah total mencapai 6,51 juta kasus. Jumlah varian Covid-19 tersebut naik dibandingkan pekan sebelumnya yang berjumlah 6,44 juta kasus.