Virus Covid-19 varian Omicron (B.1.1.529) di dunia semakin menyebar dan telah mencapai 4,86 juta kasus pada Jumat, 21 Oktober 2022. Amerika mencatatkan jumlah kasus Omicron tertinggi di dengan pertumbuhan mingguan mencapai 1,15 persen. Di negara ini, GISAID mencatat jumlah kasus Omicron sebanyak 1,83 juta jiwa. Secara harian kasus di wilayah ini naik 0,03 persen dibandingkan hari sebelumnya.
(Baca: Kematian karena Covid-19 di Asia Seminggu 1.711 Jiwa, Tertinggi di Israel)
Setelahnya Inggris di urutan kedua. Dibandingkan pekan sebelumnya, jumlah kasus Omicron di negara ini tumbuh 0,34 persen. Sedangkan untuk data harian angka jumlah kasus Omicron di negara ini naik 0,05 persen dibanding hari sebelumnya yang tercatat 1,32 juta jiwa.
Selanjutnya, jumlah kasus Omicron di Denmark naik 1,26 persen menjadi 307,02 ribu kasus dibandingkan pekan sebelumnya, jumlah kasus Omicron di Perancis naik 0,68 persen menjadi 284,03 ribu kasus dibandingkan pekan sebelumnya dan Jepang dengan jumlah kasus Omicron 252,96 ribu kasus (naik 2,59%)
(Baca: Kematian karena Covid-19 di Amerika Seminggu 2.438 Jiwa, Tertinggi di Uruguay)
Sementara untuk jumlah kasus Omicron di Indonesia, hingga data kemarin tercatat ada 24.420 kasus atau naik 0,25 persen dibandingkan hari sebelumnya. Sejak pertama kali termonitor, Omicron di Indonesia terus bergerak naik.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau semua pihak untuk tetap waspada menghadapi lonjakan kasus Omicron di seluruh dunia tersebut. Masyarakat diimbau untuk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.