Virus Covid-19 varian Omicron (B.1.1.529) di dunia semakin menyebar dan telah mencapai 4,81 juta kasus pada Selasa, 13 September 2022. Rusia mencatatkan penambahan kasus Omicron tertinggi di dengan pertumbuhan mingguan mencapai 21,42 persen. Di negara ini, GISAID mencatat jumlah penambahan kasus Omicron sebanyak 9.154 jiwa. Secara harian kasus di wilayah ini naik 9,98 persen dibandingkan hari sebelumnya.
(Baca: Penyebaran Omicron Seminggu, Paling Cepat Terjadi di Negara Kamerun (Jumat, 15 April 2022))
Setelahnya Kuba di urutan kedua. Dibandingkan pekan sebelumnya, penambahan kasus Omicron di negara ini tumbuh 17,04 persen. Sedangkan untuk data harian angka penambahan kasus Omicron di negara ini naik 17,04 persen dibanding hari sebelumnya yang tercatat 399 jiwa.
Selanjutnya, penambahan kasus Omicron di Ukraina naik 16,83 persen menjadi 465 kasus dibandingkan pekan sebelumnya, penambahan kasus Omicron di Islandia naik 11,37 persen menjadi 1.322 kasus dibandingkan pekan sebelumnya dan Ekuador dengan penambahan kasus Omicron 3.620 kasus (naik 7,83%)
(Baca: Penyebaran Omicron Seminggu, Paling Cepat Terjadi di Negara Suriname (Rabu, 23 Maret 2022))
Sementara untuk penambahan kasus Omicron di Indonesia, hingga data hari ini tercatat ada 21.388 kasus atau naik 0,43 persen dibandingkan hari sebelumnya. Sejak pertama kali termonitor, Omicron di Indonesia terus bergerak naik.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau semua pihak untuk tetap waspada menghadapi lonjakan kasus Omicron di seluruh dunia tersebut. Masyarakat diimbau untuk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.