Sempat Meroket, Tren Harga Gandum Berbalik Menurun di Juli

Pasar
1
Dzulfiqar Fathur Rahman 22/08/2022 11:50 WIB
Harga Gandum (Januari 2019–Juli 2022)
katadata logo databoks logo
  • A Font Kecil
  • A Font Sedang
  • A Font Besar

Tren peningkatan harga gandum telah menunjukkan tanda-tanda mereda pada Juli. Bank Dunia melaporkan bahwa harga gandum tumbuh 29,98% ke US$382,5 per ton pada Juli dari tahun sebelumnya.

Ini merupakan laju pertumbuhan tahunan paling lambat setidaknya sejak perang Rusia-Ukraina, yang berlangsung mulai Februari.

Perang antara dua negara Eropa timur ini menambahkan tekanan ke harga gandum yang jadi meroket tajam. Pasalnya, Ukraina dan Rusia merupakan pengekspor utama komoditas ini.

Namun, Ukraina telah melanjutkan pengiriman gandum lewat Laut Hitam. Kelanjutan pengiriman ini adalah hasil dari kesepakatan dengan Rusia yang diperantarai oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kesepakatan ini juga memfasilitasi pengiriman gandum dan pupuk oleh Rusia.

Ukraina merupakan sumber impor gandum utama bagi Indonesia. Salah satu produk turunan dari komoditas ini adalah mi instan, yang merupakan favorit masyarakat Indonesia.

(Baca: Bukan Orang Miskin, Siapa Konsumen Terbesar Mi Instan?)

Editor : Annissa Mutia
Data Populer
Lihat Semua
instagram
Databoks Indonesia (@databoks.id)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari Katadata Indonesia.
twitter
Databoks Indonesia (@databoksid)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari @katadatacoid.