Indonesia Sudah Himpun Dana Rp62 Triliun dari Surat Utang Hijau

Pasar
1
Reza Pahlevi 21/03/2022 17:40 WIB
Penghimpunan Dana Surat Utang Hijau di Indonesia (2018-2021)
katadata logo databoks logo
  • A Font Kecil
  • A Font Sedang
  • A Font Besar

Mengutip laporan Climate Bonds Initiative, pemerintah Indonesia sudah berhasil meraup dana US$4,33 miliar atau sekitar Rp62 triliun melalui penerbitan surat utang hijau (green bonds) selama periode 2018-2021.

Penerbitan surat utang hijau ini juga termasuk sukuk hijau, baik sukuk ritel maupun global. Penerbitan surat utang hijau terakhir berbentuk sukuk ritel pada November 2021 lalu.

Jika dirunut, pemerintah berhasil mengumpulkan dana sebesar US$1,25 miliar lewat sukuk hijau global pada 2018. Nilainya kemudian turun menjadi US$848 juta pada 2019.

Pada 2020, dana yang dihimpun dari surat utang hijau naik menjadi US$1,13 miliar. Kemudian turun tipis menjadi US$1,1 miliar pada 2021.

Dana yang terkumpul dari instrumen ini diklaim akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur hijau yang mencakup energi hijau (panas bumi, tenaga surya, tenaga air, dan lain-lain), transportasi publik, penyediaan air, dan pengelolaan limbah secara berkelanjutan.

(Baca Juga: Investasi Hijau Kian Populer)

Editor : Adi Ahdiat
Data Populer
Lihat Semua
instagram
Databoks Indonesia (@databoks.id)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari Katadata Indonesia.
twitter
Databoks Indonesia (@databoksid)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari @katadatacoid.