Konsumsi Berita Berbayar RI Terbanyak ke-2 di Asia Pasifik

Media
1
Reza Pahlevi 30/11/2021 13:50 WIB
Persentase Responden yang Membayar untuk Berita di Kawasan Asia Pasifik
katadata logo databoks logo
  • A Font Kecil
  • A Font Sedang
  • A Font Besar

Reuters Institute baru-baru ini melakukan survei terhadap masyakat di Asia Pasifik terkait konten berita berbayar. Hasilnya, ada 18% responden yang mengaku pernah membayar untuk berita daring dalam setahun terakhir. Angka ini meningkat 6 poin dari tahun 2016 yang sebesar 12%.

Pembayaran untuk konten berita daring termasuk berlangganan, donasi, atau pembayaran satu kali.

Di Asia Pasifik, persentase masyarakat Hong Kong yang membayar berita daring terbesar di antara negara lainnya di kawasan ini. Sebanyak 23% responden di negara ini mengaku pernah membayar untuk berita daring dalam setahun terakhir.

Indonesia berada di peringkat kedua dengan 19% responden mengaku membayar untuk konten berita daring premium. Filipina, negara Asia Tenggara lainnya, berada di peringkat ketiga dengan 17% responden membayar untuk berita.

Dalam setahun terakhir, Reuters Institute melihat banyak media mulai mengandalkan langganan, keanggotaan, atau donasi untuk mengurangi ketergantungan mereka terhadap iklan digital yang dikuasai duopoli Facebook dan Google.

Meski jumlah masyarakat di kawasan Asia Pasifik yang membayar konten berita daring premiun, Reuters Institute masih melihat mayoritas konsumen berita masih menolak membayar untuk berita daring apa pun.

(Baca: Kelompok Usia 25 - 34 Tahun Paling Banyak Konsumsi Berita Digital Berbayar)

Editor :
Data Populer
Lihat Semua
instagram
Databoks Indonesia (@databoks.id)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari Katadata Indonesia.
twitter
Databoks Indonesia (@databoksid)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari @katadatacoid.