Potensi Ekonomi Digital Indonesia US$ 70 Miliar pada 2021

Teknologi & Telekomunikasi
1
Dwi Hadya Jayani 10/11/2021 17:40 WIB
Ekonomi Digital Menurut Gross Merchandise Value (GMV) (2019-2025)
katadata logo databoks logo
  • A Font Kecil
  • A Font Sedang
  • A Font Besar

Hasil riset Google, Temasek, dan Bain & Company memperkirakan ekonomi digital Indonesia memiliki total nilai penjualan (gross merchandise value/GMV) sebesar US$ 70 miliar. Nilai tersebut memiliki tingkat pertumbuhan majemuk (compound annual growth rate/CAGR) sebesar 49% dibandingkan tahun sebelumnya.

Ekonomi digital Indonesia pun diperkirakan meningkat menjadi sebesar US$ 146 miliar pada 2025. Kendati demikian, CAGR pada empat tahun mendatang tidak setinggi tahun ini, yaitu hanya 20%.

Jika dilihat sektornya, ­e-commerce menjadi pendorong utama ekonomi digital Indonesia pada 2021. Nilai GMV-nya mencapai US$ 53 miliar dengan CAGR 52%.

Nilai tertinggi selanjutnya berasal dari layanan transportasi dan antar makanan sebesar US$ 6,9 miliar dengan CAGR 36%. Kemudian, media daring menyusul dengan nilai US$ 6,4 miliar dan CAGR 48%.

Agen perjalanan daring memiliki nilai ekonomi digital terendah di antara sektor lainnya. Nilai GMV-nya hanya sebesar US$ 3,4 miliar dengan CAGR 29%.

(Baca: Pacu Transformasi Digital, Pengguna Mobile Banking BNI Terus Tumbuh)

Data Populer
Lihat Semua
instagram
Databoks Indonesia (@databoks.id)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari Katadata Indonesia.
twitter
Databoks Indonesia (@databoksid)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari @katadatacoid.