Penutupan Sekolah akibat Covid-19 Berpotensi Turunkan Skor PISA Indonesia

Proyeksi Skor Membaca Siswa Indonesia Pascapandemi Covid-19

Sumber : World Bank, 17 September 2021

Disalin..

Penulis: Dwi Hadya Jayani

Editor: Dimas Jarot Bayu

22/9/2021, 16.40 WIB

Potensi kerugian pembelajaran akibat penutupan sekolah untuk menekan laju penularan virus corona Covid-19 perlu diwaspadai oleh Indonesia. Bank Dunia memprediksi, penutupan sekolah hingga Juni 2021 mengakibatkan hilangnya sekitar 0,9 tahun pembelajaran bagi anak Indonesia.

Tak hanya itu, anak Indonesia berpotensi kehilangan skor PISA di bidang membaca sebesar 25 poin dalam skenario optimistis. Dengan demikian, skor PISA Indonesia pascapandemi corona diperkirakan sebesar 346.

Dalam skenario menengah, skor PISA Indonesia diperkirakan turun 30 poin menjadi 341. Skenario menengah ini mengasumsikan 50% sekolah ditutup pada tahun ajaran baru Juli 2021.

Sementara dengan skenario pesimistis, skor PISA Indonesia menurun 36 poin menjadi 335 pascapandemi corona. Lewat skenario ini, semua sekolah di tanah air diasumsikan harus tutup hingga Desember 2021.

Selain itu, persentase siswa yang tidak memenuhi kecakapan membaca dalam standar minimum PISA diperkirakan meningkat dari 70% pada 2018 menjadi 81% pada skenario optimistis. Pada skenario menengah dan pesimistis, persentasenya diperkirakan meningkat masing-masing menjadi 83% dan 85%.

Lebih lanjut, semua siswa di Indonesia diperkirakan mengalami kerugian pendapatan seumur hidup sebesar US$ 306 miliar jika 50% sekolah masih ditutup pada awal Juli 2021. Angka ini setara dengan 20% dari produk domestik bruto (PDB) 2020.

Menurut Bank Dunia, kondisi tersebut tidak berlaku jika langkah-langkah pemulihan pembelajaran yang efektif segera diberlakukan. Atas dasar itu, pemerintah perlu berupaya untuk menekan laju penularan corona dan menggencarkan vaksinasi agar sekolah dapat dibuka kembali.

(Baca: Siswa Indonesia Kehilangan 0,33 Tahun Waktu Belajar Akibat Pandemi)

data terkait