Bantuan Sosial Diprediksi Mampu Turunkan Kemiskinan hingga 16,9%

Kontribusi Bantuan Sosial terhadap Kemiskinan (Perhitungan Asia Development Bank)

Sumber : Himbara, Agustus 2021

Disalin..

Penulis: Dwi Hadya Jayani

Editor: Annissa Mutia

3/9/2021, 11.10 WIB

Pandemi Covid-19 meningkatkan angka kemiskinan di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah memberikan perlindungan sosial guna menurunkan angka kemiskinan.

Tingkat kemiskinan Indonesia tercatat sebesar 9,22% pada Maret 2019. Kemudian, angka itu meningkat melampui satu digit saat pandemi datang ke Indonesia, yaitu 10,19% pada September 2020.

(Baca: Survei Ipsos: Covid-19 Jadi Kekhawatiran Terbesar Penduduk Dunia Saat Ini)

Atas dasar itu, pemerintah memberikan alokasi perlindungan sosial (perlinsos) dalam program Penanganan Ekonomi Nasional (PEN) sebagai bantuan untuk kelompok rentan. Tercatat alokasi yang telah diberikan sebesar Rp 216,6 triliun pada 2020. Anggaran perlinsos dilanjutkan pada tahun ini dengan besaran Rp 408,8 triliun.

Laporan yang berjudul Dampak Stimulus Pemerintah terhadap Ekonomi menyebutkan bahwa anggaran perlindungan sosial tersebut memberikan manfaat dalam menurunkan angka kemiskinan di Indonesia. Berdasarkan perhitungan Asia Development Bank (ADB), bantuan sosial menurunkan hingga 16,9% angka kemiskinan. Persentase tersebut merupakan yang kedua tertinggi di Asia Pasifik. Sementara dampak tertinggi bantuan sosial dirasakan di Mongolia yang dapat menurunkan hingga 34,7% angka kemiskinan.

Sebagai informasi, tingkat kemiskinan Indonesia terpantau menurun tipis selama enam bulan berikutnya menjadi 10,14% pada Maret 2021. Kendati demikian, jumlah penduduk miskin masih cenderung stagnan dari September 2020, yaitu masih di angka 27,5 juta.

data terkait