Obligasi Pemerintah Indonesia Masih Menarik?

Pasar
1
Viva Budy Kusnandar 01/09/2021 13:30 WIB
Perbandingan Yield Obligasi Pemerintah Dalam Mata Uang Lokal dengan Tenor 10 Tahun (30 Agustus 2021)
katadata logo databoks logo
  • A Font Kecil
  • A Font Sedang
  • A Font Besar

Surat Utang Negara (SUN) pemerintah Indonesia masih menjadi incaran para investor, baik lokal maupun internasional. Imbal hasil (yield) yang masih menggiurkan menjadi salah satu daya tarik para investor menempatkan dananya di obligasi Pemerintah Indonesia.

Dari laman Asiabondsonline, yield obligasi pemerintah Indonesia dalam mata uang lokal (tenor 10 tahun) sebesar 6,12% per 30 Agustus 2021. Nilai tersebut lebih tinggi dibanding obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah negara-negara di kawasan Asia. Imbal hasil SUN tersebut juga lebih tinggi dibanding surat utang pemerintah Amerika Serikat (AS) yang menjadi acuan investor global.

Imbal hasil obligasi pemerintah Filipina dalam mata uang lokal (tenor 10 tahun) hanya 4,1%. Kemudian, surat utang pemerintah Malaysia dalam mata uang lokal dan tenor yang sama yield-nya sebesar 3,21%, Tiongkok 2,85%, Vietnam 2,1%.

Imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia juga lebih tinggi dari AS yang hanya sebesar 1,33%. Artinya, imbal hasil SUN memiliki selisih 479 basis poin (bps) dari SUN di Negeri Paman Sam.

Bahkan, obligasi pemerintah negara lainnya memberikan bunga negatif atau rugi. Ini seperti terlihat di SUN pemerintah Jerman yang memiliki yield -0,39%, Belanda -0,26%, dan Swiss -0,37%.

Dengan imbal hasil sebesar 6,12% dan inflasi Indonesia hingga Juni 2021 hanya 1,5% (year on year/yoyo) membuat selisih bunga bersihnya investasi obligasi pemerintah Indonesia sebesar 469 bps. Ditambah dengan menguatnya nilai tukar rupiah sebesar 2,23% terhadap dolar AS (hingga penutupan 30 Agustus 2021) membuat investor asing yang berinvestasi di pasar obligasi domestik meraih keuntungan ganda.

Berdasarkan laman Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI), Indeks Obligasi Komposit Indonesia (INDOBeX Indonesia Composite Bond Index/ICBI) ditutup di level 327,9267. Artinya, ICBI telah naik sebesar 13,6201 poin (4,33%) dibanding posisi akhir tahun 2019 (year to date/ytd) dan meningkat 32,091 poin (10,85%) dari posisi yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).

(Baca: Sepanjang Agustus 2021, Indeks Obligasi Komposit Naik 1,34% ke Level 327,93)

Data Populer
Lihat Semua
instagram
Databoks Indonesia (@databoks.id)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari Katadata Indonesia.
twitter
Databoks Indonesia (@databoksid)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari @katadatacoid.