Konsumsi Listrik Bitcoin Lebih Besar dari Negara-Negara ini

Estimasi Konsumsi Listrik Bitcoin dan Beberapa Negara Setiap Tahun

Sumber : University of Cambridge,

Disalin..

Penulis: Andrea Lidwina

Editor: Dimas Jarot Bayu

22/4/2021, 15.30 WIB

Transaksi Bitcoin diperkirakan membutuhkan listrik hingga 113,88 TWh (terawatt-hours) per tahun. Konsumsi listrik digunakan untuk memperbarui sistem blockchain yang mendukung aktivitas jual-beli mata uang kripto ini.

Dengan jumlah tersebut, konsumsi listrik untuk Bitcoin melampaui yang dihabiskan sejumlah negara setiap tahunnya. Belanda, misalnya, hanya mengonsumsi listrik sebesar 110,68 TWh per tahun. 

Advertisement

Filipina dan Kazakhstan tercatat hanya mengonsumsi listrik sekitar 90 TWh per tahun. Kemudian, konsumsi listrik Finlandia dan Belgia di kisaran 80 TWh per tahun.

(Baca: 4.501 Jenis Mata Uang Kripto Beredar hingga Februari 2021)

Chili hanya mengonsumsi listrik sebanyak 74,99 TWh setiap tahunnya. Begitu pula dengan Bangladesh dan Kolombia yang sekitar 70 TWh. Bahkan, konsumsi listrik Austria dan Venezuela masing-masing hanya sebesar 66,85 TWh dan 64,66 TWh sepanjang tahun.

data terkait